LIPI Mempun­­­yai Mimpi Membangun Minimal 47 Kebun Raya di Seluruh Indonesia

LIPI mempun­­­yai mimpi membangun minimal 47 kebun raya di seluruh Indonesia yang didasarkan pada eco-region Indonesia (dari Sumatera sampai Papua).

LIPI Mempun­­­yai Mimpi Membangun Minimal 47 Kebun Raya di Seluruh Indonesia
istimewa
Pohon-pohon di Kebon Raya Bogor 

WARTA KOTA, PALMERAH---Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Harian Kompas kembali bekerja sama dalam mengadakan Focus Group Discussion (FGD) seri kedua.

Focus Group Discussion (FGD) II yang membahas mengenai “Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Berkelanjutan” yang diadakan di JS Luwansa Hotel Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).

Diskusi yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Jaga Bhumi ini bertujuan untuk menggali opini-opini membangun terkait pengelolaan Kebun Raya di Indonesia.

Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia, Dr Alexander Sonny Keraf, mengatakan, pengembangan kebun raya harus menyasar dan menjamin keberlanjutan ekologinya.

Baca: Megawati Hadiri Dua Abad KRB, Serahkan Tumpeng ke Kepala LIPI

Pengembangan tersebut mencakup perawatan dan pemeliharaan tanaman-tanaman spesifik lokal sekaligus menjamin keberlanjutan ekonomi serta sosial dengan menjadikan kebun raya sebagai sarana pendidikan, tempat rekreasi, ecoteraphy, dan sarana sosial budaya lainnya.

“FGD ini juga dimaksudkan untuk membuka kesadaran publik tentang kondisi keanekaragaman hayati yang sebagian dalam keadaan kritis. Kita sangat kaya akan kekayaan keanekaragaman hayati yang harus diselamatkan, di antaranya melalui konservasi ex situ kebun raya,” kata Sonny dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Warta Kota.

Terkait pengembangan kebun raya, Peneliti Utama Bidang Botani Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI, Dr Joko Ridho Witono, menilai kebun raya yang ada di Indonesia masih kurang.

Baca: Penasaran dengan Bunga Bangkai? Jangan ke KRB, Silakan ke Muara Beres Cibinong

“LIPI mempun­­­yai mimpi membangun minimal 47 kebun raya di seluruh Indonesia yang didasarkan pada eco-region Indonesia (dari Sumatera sampai Papua). Kenyataannya, sampai Februari 2018 ini baru 37 Kebun Raya. Kalau bandingkan dengan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat kaya, jumlah itu minim sekali,” kata Joko.

Menurut Joko, kebun raya di Indonesia juga harus mengikuti arus perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi.

Hal ini tidak hanya membutuhkan kreatifitas namun juga perlu didukung dari sisi finansial.

Penulis:
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved