Warga Kolong Tol Sedyatmo Bongkar Rumahnya Sendiri

Kurang lebih 300 bangunan liar di kolong Jalan Tol Sedyatmo, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, ditertibkan ratusan petugas gabungan.

Pembongkaran bangunan liar di kolong Tol Sedyatmo. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN-Kurang lebih 300 bangunan liar (bangli) di kolong Jalan Tol Sedyatmo, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, ditertibkan ratusan petugas gabungan, Rabu (16/09/2015). Beberapa warga yang menjadi korban penertiban ini pun membongkar bangunannya sendiri.

Pantauan wartakotalive.com, mimik murung dan kesal tersirat di wajah para warga Kolong tol Sedyatmo. Rumah yang mereka huni belasan tahun, kini menjadi target operasi Pemerintah Kota Jakarta Utara untuk ditertibkan.
Satu persatu bilah kayu yang menjadi dinding rumah mereka, dilepas paksa dengan menggunakan linggis. Walau tak rela, para warga pun terpaksa membongkar rumahnya lantaran tengah diawasi para petugas penertiban gabungan, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi, dan TNI di lokasi.

Pandangan sinis juga nampak di mata warga kolong tol itu. Sayangnya, mereka hanya bisa melanjutkan membongkar rumahnya. Ada beberapa dari mereka juga enggan dibongkar petugas penertiban.

"Gak perlu bapak yang bongkar. Ini rumah saya. Biar saya aja," ujar seorang wanita yang meminta ke salah seorang petugas penertiban untuk membongkar rumahnya sendiri.

Suasana di lokasi pun juga terlihat ramai akan warga lainnya yang tengah menyaksikan penertiban itu. Belum nampak adanya perlawanan para warga kolong terhadap bangunannya dibongkar petugas.
Mereka ada sibuk membongkar bangunannya, ada juga yang mengangkat barang-barang rumah tangga mereka yang diselamatkan lantaran masih layak untuk dipakai.

Saat diwawancarai salah seorang korban penertiban, Krisna (34), mengaku sudah tinggal selama belasan tahun di kolong tol. Ia yang hanya bekerja sebagai juru parkir di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku tak ada sosialisasi dari pemerintah setempat.

"Saya hanya denger -denger dari warga di sini. Katanya rumah saya bakalan kena bongkar. Saya tetap gak percaya. Saya lihat tadi pagi-pagi, warga udah pada bongkar rumahnya. Ya saya disuruh orang sini untuk bongkar, ya saya jadi ikut-ikutan bongkar," tuturnya.

Berbeda dengan Tarmin (40), yang juga warga di Kolong Tol Sedyatmo. Pria yang bekerja sebagai pengepul barang bekas ini kebingungan, lantaran harus ditaruh di mana lagi barang-barang bekas hasil jerih payahnya yang sudah dikumpulkan.

"Gelas plastik air mineral, botol plastik, besi-besi bekas yang saya kumpulin lalu saya jual lagi. Tapi kalau di bongkar begini, saya taruh mana. Masa dibuang? Pusing saya. Rumah saya juga dibongkar," ujar pria bertopi merah itu sambil membongkar rumahnya yang terbuat dari triplek kayu tersebut.

Hingga kini, oenertiban bangli di Kolong Tol Sedyatmo masih terus berlanjut. Penertiban ini dilaksanakan langsung oleh ratusan petugas gabungan dengan satu unit buldoser. Penertiban ini juga dihadiri Camat Penjaringan, Yani Wahyu Purwoko, dan Kasatpol PP Jakarta Utara, Iyan Sophian Hadi. Diketahui sebelumnya, pada Selasa (15/09/2015), sebanyak 115 bangli di kolong tol sudah dibongkar petugas. Rencananya, kolong tol tersebut akan direfungsi kembali menjadi jalur hijau. (Panji Baskhara Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved