Konsultasi

Akibat Hepatitis C

Secara umum dari sekitar 100 orang yang terinfeksi hepatitis C terdapat sekitar 25 orang yang virusnya akan dapat hilang

Akibat Hepatitis C
Kompas.com
Shutterstock/Ilustrasi. 

Oleh DR Samsuridjal Djauzi

Saya mahasiswa di Jakarta. Tiga bulan lalu, saya dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Pada masa perawatan tersebut, saya meminta dokter untuk melakukan juga tes hepatitis C karena saya pernah menggunakan narkoba suntik selama enam bulan sewaktu SMA kelas satu. Hasilnya positif hepatitis C.

Saya hanya dirawat empat hari untuk demam berdarah dan dokter menyarankan saya berobat jalan untuk hepatitis C saya karena keadaan hepatitis C saya tenang. Namun, saya khawatir karena saya membaca bahwa hepatitis C dalam waktu 20 tahun dapat menimbulkan komplikasi sirosis hati atau kanker hati. Menurut perhitungan saya, kemungkinan saya tertular hepatitis C saat saya menggunakan narkoba suntik yang saya gunakan bersama-sama. Hal ini terjadi sekitar enam tahun lalu. Jadi, saya tidak ingin terlambat. Saya tidak ingin mengalami sirosis hati atau kanker hati.

Saya juga membaca bahwa sekarang ini ada dua macam terapi hepatitis C, yaitu dengan suntikan interferon dan dengan obat DAA yang dapat mencegah bertambah banyaknya virus hepatitis C. Manakah terapi yang baik di antara kedua cara pengobatan tersebut?

Kapankah saya harus memulai terapi hepatitis C. Langkah apa yang harus saya jalani? Berapa biaya terapi hepatitis C di Indonesia sekarang ini? Jika menggunakan obat DAA, apakah biayanya lebih murah dibandingkan dengan suntikan interferon? Apakah ada upaya pemerintah untuk menyediakan obat hepatitis C murah seperti halnya obat ARV untuk HIV? Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di J

Penyakit hepatitis C sekarang ini memang banyak dibicarakan terutama dengan munculnya obat direct acting antiviral (DAA). Kombinasi obat ini dapat digunakan secara oral. Artinya, dapat diminum secara langsung tanpa suntikan. Lama pengobatan juga lebih pendek, yaitu dalam waktu tiga bulan. Namun, harga obat ini amat mahal. Di negara maju, harga obat ini berkisar dari 62.000 dollar AS sampai 80.000 dollar AS (berkisar dari Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar). Banyak negara yang sedang mengusahakan agar harga obat ini ditekan.

Beberapa negara telah menggunakan obat ini dalam bentuk generik dan harga obat tersebut dapat ditekan menjadi hanya sekitar 1.000 dollar AS (sekitar Rp 14 juta) untuk pemakaian pengobatan selama tiga bulan. Banyak hal yang harus kita siapkan jika kita juga ingin menyediakan obat hepatitis C yang baru ini. Pertama adalah komitmen pemerintah untuk melaksanakan penanggulangan hepatitis C secara menyeluruh di Indonesia. Terapi hepatitis C harus disertai dengan upaya pencegahan hepatitis C. Masyarakat perlu memahami cara menghindari diri dari penularan hepatitis C.

Mereka yang sudah tertular perlu ditentukan apakah sudah saatnya untuk menggunakan obat hepatitis C. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah dengan menghitung jumlah virus, menentukan genotipe virus, serta menilai kondisi keadaan hati penderita, baik dengan biopsi maupun fibroscan.

Saya menganjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda untuk secara bersama-sama menentukan kondisi penyakit hepatitis C Anda.

Halaman
123
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved