Kabar Duka
Selamat Jalan Sutan Harhara: Legenda Persija dan Timnas yang Dikenang sebagai Sosok Disiplin Baja
Selamat Jalan Sutan Harhara: Legenda Persija dan Timnas yang Dikenang sebagai Sosok Disiplin Baja
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Ringkasan Berita:
- Legenda sepak bola Indonesia, Sutan Harhara, meninggal dunia pada usia 73 tahun dan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026)
- Rekan sejawat seperti Yudo Hadianto dan Herry Kiswanto mengenang almarhum sebagai bek tangguh dengan disiplin tinggi yang menjadi kunci kesuksesan Persija dan Timnas Indonesia.
- Kepergian Sutan tergolong mendadak setelah sempat mengeluhkan nyeri dada, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas sepak bola nasional.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Dunia sepak bola tanah air kembali berduka.
Salah satu putra terbaiknya, Sutan Harhara, legenda hidup Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (11/4/2026) dini hari pukul 01.29 WIB.
Kepergian sosok yang dikenal memiliki disiplin baja ini meninggalkan celah besar di hati para kolega dan pecinta sepak bola nasional.
Baca juga: Adik Ceritakan Kenangan Bersama Mendiang Sutan Harhara, dari Keluarga hingga Lapangan Hijau
Penghormatan Terakhir di TPU Kampung Kandang
Suasana khidmat menyelimuti TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, siang tadi.
Isak tangis keluarga mengiringi prosesi pemakaman almarhum di Blad 181, Unit Islam.
Sederet nama besar dari era keemasan sepak bola Indonesia tahun 1960-1980-an tampak hadir memberikan penghormatan terakhir, mulai dari kiper legendaris Yudo Hadianto, Herry Kiswanto, Jayadi Said, hingga Muhammad Zein Al-Hadad.
Adik almarhum, Aun Harhara, mengungkapkan bahwa kepergian sang kakak terbilang mendadak.
Meski tak memiliki riwayat penyakit serius, Sutan sempat mengeluhkan nyeri dada sebelum dilarikan ke rumah sakit.
"Selama ini tidak ada riwayat (sakit), katanya dadanya yang sakit," ujar Aun dengan nada lirih.
Bek Modern yang Melampaui Zamannya
Bagi Yudo Hadianto, Sutan Harhara adalah bagian tak terpisahkan dari kejayaan Persija saat meraih gelar juara pada 1973.
Yudo mengenang Sutan bukan hanya sebagai pemain berkualitas, tetapi juga pribadi yang sangat menghargai senior.
“Dia sangat ramah dan selalu menghargai para legenda. Meskipun di bawah saya, dia sangat menghormati kami. Sosoknya adalah teladan nyata bagi anak-anak muda kita saat ini,” kenang Yudo penuh haru.
Baca juga: Sosok Sutan Harhara, Bek Tangguh Persija Pernah Kalahkan Uruguay Bersama Timnas
Senada dengan Yudo, Herry Kiswanto memuji gaya bermain Sutan yang dianggap melampaui masanya.
| Prajurit TNI Rico Pramudia Gugur di Libanon, Indonesia Kutuk Serangan Israel |
|
|---|
| Adik Ceritakan Kenangan Bersama Mendiang Sutan Harhara, dari Keluarga hingga Lapangan Hijau |
|
|---|
| Azhari Rangkuti Kenang Sutan Harhara, Momen SEA Games 1987 Jadi Sorotan |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Legenda Persija Sutan Harhara Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun |
|
|---|
| Prof. Juwono Sudarsono Wafat, Ibas: Indonesia Kehilangan Guru Bangsa yang Bersahaja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KENANG-SUTAN-HARHARA-Kepergian-legenda-Persija.jpg)