Timnas Indonesia
Energi John Herdman dari Pinggir Lapangan dan Harapan Baru Timnas Indonesia
Kemenangan telak atas St. Kitts & Nevis pada ajang FIFA Series menjadi pembuka yang menjanjikan bagi era baru skuad Garuda
Penulis: Abdul Majid | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Pelatih anyar John Herdman menjalani debut impresif saat Indonesia menang 4-0 atas St. Kitts & Nevis di SUGBK.
- Herdman tampil aktif sepanjang laga, menunjukkan karakter kepelatihan dengan ekspektasi tinggi pada pemain.
- Ia menilai tim masih dalam proses pembentukan identitas, meski performa awal sudah menjanjikan.
- Herdman menyoroti 15 menit awal sebagai kunci, terutama jelang laga final melawan Bulgaria yang dinilai berbahaya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Malam itu, Jumat (27/3/2026) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, bukan hanya tentang kemenangan, bukan sekadar skor 4-0 yang terpampang di papan tapi ada pula energi baru yang terasa di pinggir lapangan - energi yang tak pernah padam.
Ya, di sana berdiri John Herdman. Pelatih anyar Timnas Indonesia itu menjalani debutnya dengan cara yang nyaris sempurna.
Kemenangan telak atas St. Kitts & Nevis pada ajang FIFA Series menjadi pembuka yang menjanjikan bagi era baru skuad Garuda.
Namun yang paling mencuri perhatian bukan hanya hasil akhir, melainkan bagaimana John Herdman menjalani setiap detik pertandingan.
Selama 90 menit, ia hampir tak sekali pun duduk. Langkahnya aktif di tepi lapangan, suaranya terdengar memberi instruksi, gesturnya tegas mengarahkan pemain. Bahkan saat Indonesia sudah unggul, intensitas itu tak berkurang sedikit pun.
Bagi John Herdman hal adalah karakternya, terlebih ia punya ekspektasi lebih kepada para pemain Timnas Indonesia.
“Orang-orang Newcastle bersemangat tentang sepakbola. Semangat itu harus ada di sana. Saya punya ekspektasi tinggi ke pemain. Di awal-awal adalah mereka harus konsentrasi,” ujar John Herdman seusai laga.
Baca juga: Erick Thohir: Timnas Indoensia Tak Boleh Gentar Hadapi Bulgaria
Ia menggambarkan filosofi yang sederhana namun kuat bahwa sepakbola bukan hanya tentang bermain, tetapi tentang keterlibatan penuh.
Tentang bagaimana pelatih hadir, tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai penggerak.
Di matanya, tim ini masih dalam proses. Identitas belum sepenuhnya terbentuk. Taktik masih terus disempurnakan. Namun arah yang dituju sudah jelas.
“Pelatih harus terlibat dalam taktik, strategi, gaya bermain, dan identitas. Ini masih proses,” kata pelatih asal Inggris tersebut.
Di lapangan, proses itu mulai terlihat. Lini belakang yang dikomandoi Jay Idzes tampil solid dan kompak. Permainan mengalir dengan disiplin.
Para pemain menunjukkan determinasi yang membuat suporter tak henti memberikan apresiasi. Dan dari tribun, dukungan puluhan ribu suporter Garuda terasa hidup.
| Rochy Putiray soal Masa Depan Timnas Indonesia: Mereka Butuh Dukungan, Bukan Sekadar Kritik |
|
|---|
| Fokus Kekompakan Pemain Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut Belum Ada Proses Naturalisasi Tambahan |
|
|---|
| Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Punya Modal Kuat Tampil di Piala Dunia 2030 |
|
|---|
| Disorot Masuk Radar Timnas, Eksel Runtukahu: Saya Fokus Beri yang Terbaik untuk Tim Dulu |
|
|---|
| Hector Souto Minta Maaf Usai Gagal Juara AFF Futsal 2026, Tegaskan Masa Depan Garuda Tetap Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/OBSESI-JOHN-HERDMAN-John-H.jpg)