TOPIK
Korupsi KTP Elektronik
-
Febri menyayangkan sikap Setya Novanto di persidangan, yang membantah menerima aliran dana tersebut.
-
Namun, ada dua nama baru yang keluar di luar 72 orang yang diduga menerima dana KTP elektronik, yaitu Pramono Anung dan Puan Maharani.
-
Pipin juga mengaku mendapatkan informasi adanya tarik-menarik atau saling serang antar-partai.
-
Setya Novanto sudah banyak melakukan drama, mulai dari menyebut sejumlah nama anggota DPR, menabrak tiang listrik, hingga benjolan bakpau.
-
Setya Novanto tidak sedang berupaya sungguh-sungguh untuk menjadi justice collaborator.
-
Komisi Pemberantasan Korupsi menilai terdakwa Setya Novanto masih "setengah hati" mengakui perbuatannya dalam perkara korupsi e-KTP.
-
Dua anak buah yang disebut Novanto itu adalah Menko PMK Puan Maharani dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
-
Menurutnya, tudingan Novanto tersebut hanya sensasi dan pertunjukan baru dalam pemberantasan korupsi yang melibatkan KPK.
-
Hinca meminta Hasto tak mengaitkan korupsi e-KTP dengan Partai Demokrat dan SBY sebab tindak pidana tersebut merupakan perilaku perorangan..
-
"Saya minta jaksa tindak lanjuti pelaku lain yang sudah saya sebutkan namanya, yang berperan merugikan negara."
-
Jaksa menerangkan, penyidik memiliki bukti bahwa jam tersebut dibeli oleh Johanes Marliem pada 2012.
-
"Yang beredar hari ini berbeda dengan yang dituduhkan di dakwaan. Kalau di dakwaan dulu yang ngasih si A saat ini yang ngasih si B.."
-
Saat dicecar hakim soal uang Rp 20 miliar, Setya Novanto membantah uang itu untuk menyuap aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
-
Pramono menilai, usaha mantan Ketua DPR itu dengan cara-cara tersebut, bakal sia-sia mendapatkan justice collaborator.
-
Karena mati, Setya Novanto mencoba memutar jam tangan itu, jam berhasil hidup lalu kembali mati.
-
Menurut Masinton, pernyataan Novanto tersebut hanya berdasarkan laporan lain. Ia tidak melihat langsung.
-
Majelis hakim mempertanyakan alasan Setya Novanto mengembalikan uang Rp 5 miliar ke rekening Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
-
Setya Novanto menyebut dua politikus PDIP, Puan Maharani dan Pramono Anung, ikut menerima uang dari proyek KTP elektronik.
-
Setya Novanto menuturkan, pengembalian uang itu ia lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban dirinya.
-
Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto, meminta maaf ke seluruh rakyat Indonesia pada sidang lanjutan, Kamis (22/3/2018).
-
Ditanya siapa yang mendapat jatah paling besar dan paling kecil, Nazaruddin mengaku lupa.
-
Freddy menjawab sepanjang dia menjadi anggota DPR periode 1999-2004, tidak pernah Setya Novanto menghadapi masalah kode etik.
-
Di akhir sidang, hakim memutuskan sidang akan digelar kembali pada Kamis (22/3/2018) pekan depan.
-
Menurutnya, jika ada yang mengatakan bahwa gerakan tangannya tersebut dianggap menghina atau melecehkan, maka orang tersebut idiot.
-
Perempuan yang mengaku masih aktif menulis skenario untuk televisi itu mengatakan, tekanan darah ayahnya kerap naik turun.
-
Bahkan, Fredrich harus terus mengonsumsi enam jenis obat dan satu jenis vitamin, untuk mengontrol sakit jantung yang dideritanya.
-
Dalam keterangannya, Mahyudin menyampaikan bahwa kediaman Setya Novanto memang selalu ramai didatangi orang-orang.
-
Merespons itu, hakim mengaku tidak tahu dan tidak melihat gerak tubuh Fredrich yang menyinggung jaksa.
-
Dia meminta orang yang membuat LKTPK serta sprindik dipanggil dan dihadirkan dalam persidangan.
-
Fredrich Yunadi, terdakwa kasus dugaan merintangi proses hukum KTP elektronik, sempat menyatakan hendak mogok sidang, Senin (5/3/2018) lalu.