Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Tangerang

Gudang B3 Terbakar di Tangsel, Dinkes Imbau Warga Waspada Paparan Zat Kimia

Dinkes Tangsel mengimbau warga waspada dampak kesehatan pascakebakaran gudang B3 di Setu dan melakukan uji kualitas air.

Tayang:
Warta Kota/Ikhwana Mutuah Mico
PENCEMARAN - Dinkes Kota Tangerang Selatan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan akibat kebakaran gudang B3 di PT Biotek Saranatama di Pergudangan Taman Tekno, termasuk membatasi aktivitas luar ruangan dan memastikan keamanan air sebelum digunakan 

WARTAKOTALIVE.COM, SETU — Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan pascakebakaran gudang bahan berbahaya dan beracun (B3) milik PT Biotek Saranatama di Pergudangan Taman Tekno, Setu, Senin (9/2/2026).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran adanya paparan zat kimia melalui udara, air, maupun kontak langsung di wilayah sekitar lokasi kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Allin Hendalin Mahdaniar menjelaskan kebakaran tersebut melibatkan sejumlah zat kimia yang berisiko menimbulkan gangguan kesehatan apabila terpapar melalui udara, air, maupun kontak langsung. 

Allin mengingatkan khususnya warga yang tinggal di sekitar lokasi, agar membatasi aktivitas di luar ruangan hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

"Paparan bahan kimia berbahaya dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari iritasi mata dan kulit, gangguan pernapasan, pusing, mual, muntah, hingga keracunan berat pada kondisi tertentu,” ujar Allin dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Ikan Mengapung Lemas di Cisadane Diduga Akibat Limbah, Warga Ramai-ramai Turun ke Sungai

Allin menekankan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit penyerta perlu meningkatkan kewaspadaan. 

Mereka berisiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan apabila terpapar asap atau residu bahan kimia sisa kebakaran.

Sebagai langkah cepat penanganan dan pencegahan, Dinkes Tangsel telah melakukan pengambilan sampel air bersih di sekitar lokasi kejadian, termasuk pada reservoir PDAM setempat.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan air minum yang digunakan warga.

“Kami telah mengambil sampel air bersih di wilayah terdampak serta reservoir PDAM untuk memastikan kualitas air tetap aman digunakan masyarakat,” ujar Allin.

Baca juga: Sandiaga Uno Bangun Kemandirian Warga Jepara Lewat Kriya Limbah Kayu

Selain itu, pemantauan kesehatan masyarakat juga dilakukan secara aktif melalui kegiatan monitoring oleh Ngider Sehat UPTD Puskesmas.

Aliin mengatakan, upaya ini bertujuan mendeteksi secara dini kemungkinan munculnya keluhan atau kasus kesehatan akibat paparan zat kimia.

Allin mengimbau masyarakat untuk menghindari area di sekitar lokasi kebakaran hingga dinyatakan aman.

Warga diminta menggunakan masker apabila berada di sekitar wilayah terdampak serta membatasi aktivitas luar ruangan.

Masyarakat turut diminta tidak menggunakan air bersih yang terindikasi tercemar sebelum ada pernyataan resmi berdasarkan hasil uji laboratorium.

Selain itu, warga disarankan segera mencuci tangan, wajah, dan bagian tubuh lain yang terpapar asap atau debu sisa kebakaran.

“Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, iritasi mata, mual, pusing, atau gejala lainnya,” lanjut Allin.

Tak hanya itu, Allin mengingatkan warga untuk tidak mengonsumsi ikan atau hasil perikanan dari sungai maupun perairan di wilayah terdampak sebelum dinyatakan aman oleh instansi berwenang.

Untuk kondisi kegawatdaruratan, masyarakat dapat menghubungi layanan Public Safety Center 119 guna memperoleh penanganan medis secara cepat dan terkoordinasi. (m30)

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved