Banjir
Andra Soni Ogah Tanggapi Pernyataan Pramono yang Sebut Banjir Jakbar Kiriman dari Banten
Pramono menyoroti beberapa titik yang menjadi perhatian publik, seperti Daan Mogot dan Flyover Pesing.
Penulis: Ikhwana Mutuah Mico | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Gubernur DKI Pramono menyebut banjir terparah di Jakarta Barat dipicu kiriman air dari Tangerang dan sekitarnya melalui Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart.
- Tinggi air Cengkareng Drain sempat 350 cm, kini turun mendekati batas aman 310 cm; titik rawan di Daan Mogot dan Flyover Pesing.
- Gubernur Banten Andra Soni enggan menanggapi isu “kiriman banjir” dan fokus pada penanganan dampak banjir di Banten.
Laporan Wartawan
TribunTangerang.com, Ikhwana Mutuah Mico
WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG UTARA - Wilayah Jakarta Barat menjadi daerah yang paling parah terdampak banjir dibandingkan titik-titik lain di ibu kota.
Hal ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta dalam keterangannya yang diterima TribunTangerang.com, Senin (26/1/2025).
Menurut Pramono, salah satu faktor utama yang menyebabkan banjir di Jakarta Barat lebih parah adalah kiriman air dari hulu, yang kali ini datang dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya.
Beberapa sungai yang mengalir ke wilayah ini antara lain Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart, yang semuanya bermuara di Cengkareng Drain.
"Batas aman permukaan air di Cengkareng Drain adalah 310 cm. Kemarin pagi, permukaan air masih di angka 350 cm, dan pagi tadi sudah turun menjadi 315 cm. Kami terus mengejar agar mencapai batas aman, sehingga genangan di wilayah ini dan titik lainnya bisa segera surut,” ujar Pramono dalam keterangannya yang diterima TribunTangerang.com, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Pramono Anung: Penanganan Banjir Jakarta Lebih Cepat dan Terkendali
Pramono menyoroti beberapa titik yang menjadi perhatian publik, seperti Daan Mogot dan Flyover Pesing.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni memilih tidak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan terkait pernyataan Pramono soal banjir Jakarta yang disebut ‘kiriman’ dari Banten.
Andra Soni tengah fokus menangani dampak banjir. Ia mengadakan rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, balai teknis, serta instansi terkait lainnya.
Rapat bertujuan mengevaluasi penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya dan sekitarnya.
Rapat dilaksanakan di Kantor Gubernur Banten, Balai Latihan Kerja Industri, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/1/2025).
“Secara umum, banjir sudah surut. Beberapa wilayah seperti Serang Raya, Lebak, dan Pandeglang kondisinya sudah membaik,” ujar Andra Soni.
Meski demikian, Gubernur mengakui masih terdapat wilayah terdampak banjir.
| Banjir di Puspitek Serpong Tak Kunjung Surut, Pemkot Tangsel: Drainase Jalan Milik Provinsi |
|
|---|
| Banjir Kali Pesanggrahan Putuskan Jalan Bandung Cinere, Kendaraan Terpaksa Putar Balik |
|
|---|
| Banjir di Ciracas Jaktim Dipicu Kiriman Air dari Depok, Bukan karena Turap Jebol |
|
|---|
| Selamatkan Barang Saat Banjir, Remaja 18 Tahun Tewas Tersengat Listrik |
|
|---|
| 1.820 KK di Villa Tomang Baru Masih Terdampak Banjir, Air Kali Cirarab Meluap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Andra-Soni-tanggapi-pernyataan-Pramono-Anung-soal-banjir.jpg)