Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis Bantu Generasi Z Mendapatkan Pekerjaan
Setelah menjalani seleksi selama dua pekan, Alya rupanya memenuhi kualifikasi lalu dinyatakan diterima bekerja sebagai ahli gizi
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Feryanto Hadi
Laporan Wartawan, TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Program skala prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis atau MBG tengah mendapat sorotan beragam kalangan masyarakat.
Selain menyediakan menu makan siang bergizi untuk pelajar tingkat SD sampai SMA, terobosan itu juga diperbincangkan lantaran mampu menyerap tenaga kerja melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak sedikit anak muda dari kalangan Generasi Z ikut serta menjadi tim dapur yang terbagi dalam beberapa posisi, seperti halnya Alya (22) yang bekerja di SPPG Rawa Burung 1 sebagai seorang Ahli Gizi.
Alya mengaku bekerja pada SPPG yang berlokasi di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten tersebut merupakan pengalaman pertama baginya.
"Saya baru lulus dan pertama kali bekerja dan itu langsung di sini, awalnya sih seperti pencari kerja pada umumnya ya liat ada lowongan sesuai jurusan saya lalu kirim lamaran dan Alhamdulillah enggak lama kemudian direspon," kata dia saat diwawancarai TribunTangerang.com, Senin (15/12/2025).
Baca juga: 47 Warga Kosambi Tangerang Direkrut Polresta Bandara Soetta Jadi Relawan SPPG Rawa Burung 1
Setelah menjalani seleksi selama dua pekan, Alya rupanya memenuhi kualifikasi lalu dinyatakan diterima bekerja sebagai ahli gizi di SPPG yang bertugas menyusun perencanaan menu makanan bagi ribuan pelajar.
Ilmu yang dipelajari selama di perguruan tinggi rupanya memberi hasil positif, warga Kota Tangerang itu telah memiliki sejumlah sertifikasi yang dilampirkan sebagai syarat.
"Kebetulan pekerjaan ini sesuai jurusan kuliah, jadi lumayan menguasai syarat-syarat yang ditetapkan salah satunya memiliki Sertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) untuk ahli gizi atau dapur pangan dalam pengolahan makanan," sambungnya.
Di SPPG Rawa Burung ia merancan menu makanan yang akan dibuat setiap harinya sesuai dengan kandungan gizi yang dimiliki setiap lauk.
Setelah menu telah ditetapkan, informasi diterukan ke petugas untuk dibelanjakan ke pasar lalu dilakukan pengolahan hingga rampung.
Selama proses tersebut ahli gizi diwajibkan berada di dalam dapur mengawasi setiap pekerjaan masing-masing petugas baik yang memotong, memberi bumbu, menggoreng hingga menyajikan makanan.
"Jam pekerjaan saya memang agak terbalik dari pada umumnya karena harus datang dari sore hari untuk memperhatikan kebersihan dapur, malam hari mengontrol makanan yang dimasak sampai didistribusi ke sekolah-sekolah," ungkapnya.
"Karena porsi makanan yang disajikan disini berbeda-beda, untuk siswa TK sampai kelas 3 SD itu porsi kecil, lalu porsi besar dari kelas 4 SD sampai kelas 3 SMA," paparnya.
Kemudian kalangan Gen Z lainnya yang menjadi relawan di SPPG tersebut ialah Hilwi Aulia yang bertugas memasak menu yang akan disajikan setiap pagi.
Wanita berusia 20 tahun itu mengaku mendapat informasi lowongan bekerja sebagai relawan SPPG dari warga yang berada di sekitar tempat tinggalnya.
"Awalnya ada info loker dari orang-orang katanya ada SPPG baru buka, jadi saya ngelamar di sini dan diterima setelah melalui proses panjang karena banyak tes yang harus dijalani mulai dari psikologi, kesehatan, sama tes urin sampai tahap wawancara atau interview," ujar Hilwi.
Gadis asal Kampung Belimbing, Desa Babakan Asem, Kabupaten Tangerang itu menuturkan bekerja sebagai relawan SPPG cukup membantu kondisi perekonomian keluarganya.
Pasalnya gaji yang diterimanya senilai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta dalam satu bulan bekerja. Lokasi dapur SPPG yang dekat dengan rumah membuat biaya yang dikeluarkan dapat ditekan untuk menghemat pendapatan yang diterimanya.
Ungkapan rasa terima kasih pun disampaikan kepada pihak kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memberi kesempatan bekerja baginya lantaran tengah menganggur sebelumnya.
"Saya sangat bersyukur bisa kerja di SPPG Rawa Burung 1 dari Polres Bandara Soekarno-Hatta sudah membantu saya bisa bekerja, karena banyak warga yang menganggur bisa diberdayakan untuk bekerja membuat makanan bergizi bagi anak-anak sekolah," jelasnya. (m28)
| Susu Formula Masuk MBG? IDAI Surati Dadan Hindayana Soal Pentingnya ASI Eksklusif |
|
|---|
| Purbaya Potong Anggaran MBG 2026 Jadi Rp 268 Triliun |
|
|---|
| Jenguk Korban Keracunan MBG, Pigai: Sekolah yang Rajin Bisa Jadi Menteri Kayak Saya ! |
|
|---|
| MBG Cakung Bikin Ratusan Siswa Keracunan, Dinkes DKI Ungkap Kelalaian Sanitasi |
|
|---|
| Garda Satu Dorong Percepatan Dapur MBG di Wilayah 3T |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Suasana-pengolahan-ribuan-porsi-MBG-di-tangerang.jpg)