Kamis, 21 Mei 2026

Malaysia Masters 2026

Malaysia Masters 2026: Rian/Rahmat Tersingkir di Babak Pertama, Janji Bangkit di Indonesia Open

Menghadapi pasangan senior Jepang yang telah lama bermain bersama, Muhammad Rian Ardianto mengakui duel berlangsung sulit

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
KANDAS BABAK PERTAMA - Pebulutangkis Ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, harus mengakhiri langkah lebih cepat di ajang Malaysia Masters 2026 usai kalah pada babak pertama atau 32 besar dari unggulan kedua asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 18-21, 18-21. Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (19/5/2026). dok: PBSI 
Ringkasan Berita:
  • Ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat tersingkir di babak 32 besar Malaysia Masters 2026 usai kalah dari pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
  • Rian menyebut lawan tampil solid terutama dalam penguasaan bola depan dan servis pembuka pertandingan.
  • Pasangan Indonesia mengakui performa mereka masih belum konsisten, dengan hasil terbaik sejauh ini hanya mencapai perempat final All England.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pebulutangkis Ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, harus mengakhiri langkah lebih cepat di ajang Malaysia Masters 2026 usai kalah pada babak pertama atau 32 besar dari unggulan kedua asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 18-21, 18-21.

Menghadapi pasangan senior Jepang yang telah lama bermain bersama, Muhammad Rian Ardianto mengakui duel berlangsung sulit sejak awal pertandingan.

Menurutnya, lawan tampil solid terutama dalam penguasaan bola depan.

"Pertandingan hari ini pasti tidak mudah karena lawan juga pasangan yang sangat baik dan sudah lama berpartner. Kuncinya sebenarnya harus pegang bola depan, servis, dan pembukaannya. Kami juga tidak boleh gampang mati sendiri,” ujar Rian selepas laga di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (19/5/2026).

Meski gagal melangkah jauh, Rian tetap bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa kendala cedera.

Rian juga mengakui performa pasangan mereka dalam beberapa turnamen terakhir masih belum konsisten.

Dari sejumlah ajang yang diikuti, pencapaian terbaik mereka sejauh ini terjadi di ajang All England Open dengan menembus babak delapan besar.

“Selain di All England sampai perempat final, turnamen lainnya kami banyak kalah di babak pertama. Jadi memang perlu banyak evaluasi dan tambahan latihan untuk mengejar level yang diharapkan,” ungkap Rian.

Sementara itu, Rahmat Hidayat menilai adaptasi terhadap kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi selama pertandingan.

Menurutnya, faktor angin serta karakter shuttlecock cukup memengaruhi permainan mereka sehingga membutuhkan penyesuaian cepat di tengah laga.

“Kami sudah mencoba sebaik mungkin. Selain harus siap dengan pola permainan lawan, kami juga harus cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan, angin, dan shuttlecock. Sayang hasilnya belum memuaskan,” ucap Rahmat.

Meski hasil minor terus membayangi dalam beberapa turnamen terakhir, Rahmat memastikan hal tersebut tidak akan mengendurkan motivasi mereka untuk bangkit.

Pasangan ini kini mengalihkan fokus ke turnamen berikutnya, yakni Indonesia Open 2026, dengan harapan mampu meraih hasil yang lebih baik.

“Kami pasti ingin coba lebih baik lagi di Indonesia Open. Semoga hasilnya bisa lebih memuaskan,” pungkas Rahmat.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved