Honda DBL with Kopi Good Day 2026
Mengenal NordBord, Force Frame dan Force Decks, Tiga Teknologi Sport Science di DBL Camp 2026
Mengenal NordBord, Force Frame dan Force Decks, yaitu tiga alat canggih yang dipakai untuk mengukur performa para student athlete di DBL Camp 2026.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Program Kopi Good Day DBL Camp 2026 digelar di Jakarta dengan pendekatan baru berbasis sport science.
Tahun ini, program pemusatan latihan bagi ratusan student athlete terbaik Indonesia menghadirkan teknologi pengukuran performa modern dari VALD Performance.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 ini adalah kali keempat digelar di Jakarta. Istimewanya, tahun ini pelaksanaannya digelar di venue baru di DBL Academy East Jakarta, di Genova Asya Commercial Area, Jakarta Timur yang punya berbagai fasilitas standar internasional.
DBL Camp 2026 ini menjadi edisi ke-17 penyelenggaraan dan diikuti lebih dari 250 peserta hasil seleksi kompetisi di 31 kota dan 22 provinsi di Indonesia.
Sport science jadi fokus utama
Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyebut tahun ini DBL Camp bukan hanya soal latihan basket, tetapi juga riset sport science untuk memetakan potensi atlet secara lebih ilmiah.
“Pelaksanaan tahun ini jadi riset sport science. Data akan menjadi acuan untuk melihat kekuatan fisik pemain, risiko cedera, hingga efektivitas gerakan,” ujarnya.
Tiga alat ukur utama: NordBord, Force Frame, Force Decks
Dalam program ini, peserta menjalani measurement test menggunakan tiga alat utama dari VALD Performance, yaitu NordBord, Force Frame, Force Decks.
Nordbord dipakai untuk mengukur kekuatan otot hamstring (kanan-kiri) serta mendeteksi bagian otot mana yang lebih kuat dan lemah.
Sedangkan Force Frame, berfungsi untuk mengukur dan mengetahui kekuatan otot kaki secara isometrik, sekaligus mendeteksi adanya perbedaan kekuatan antara otot tubuh bagian kanan dan kiri.
Ada juga peralatan Force Decks yang berfungsi mengukur tinggi lompatan, tenaga saat mendarat (power landing) dan masa layang (air time).
Kehadiran alat-alat ukur baru ini melengkapi metode pengukuran DBL Camp yang selama ini hanya fokus pada tinggi lompatan dan kecepatan.
“Data-data dari pengukuran itu akan menjadi acuan untuk melihat sejauh mana kekuatan fisik pemain, kebutuhan metode latihan berdasarkan data yang dihasilkan, potensi cedera, hingga efektivitas gerakan. Seperti sebuah laboratorium olahraga,” kata Azrul.
Di samping itu, DBL Camp tahun ini juga mengusung Yo-Yo Test untuk menggantikan metode Beep Test yang sebelumnya digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pelaksanaan-Kopi-Good-Day-DBL-Camp-2026-1.jpg)