Minggu, 19 April 2026

Tinju

Common Ground Fight, Combat Sport Inklusif Satukan Komunitas

Common Ground Fight hadir di Jakarta, satukan berbagai komunitas lewat konsep pertarungan inklusif.

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
TINJU - Suasana Common Ground Fight yang digelar di Kemang, Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026). Common Ground Fight hadir di Jakarta, satukan berbagai komunitas lewat konsep pertarungan inklusif. 

Ringkasan Berita:
  • Common Ground Fight hadir sebagai wadah combat sport berbasis komunitas yang menggabungkan pertarungan, musik, dan seni visual.
  • Digagas oleh Valdi dan Muhajir, platform ini menyatukan berbagai latar belakang tanpa sekat.
  • Tak hanya kompetisi, event ini juga menjadi ruang ekspresi dan ekosistem berkelanjutan bagi komunitas kreatif di Indonesia.

WARTAKOTALIVE.COM, KEMANG - Gelaran combat sport berbasis komunitas kini hadir dengan konsep berbeda dan lebih inklusif melalui Common Ground Fight.

Lewat kolaborasi lintas komunitas, platform ini tak sekadar menghadirkan pertarungan, tetapi juga menyatukan berbagai latar belakang dalam satu arena.

Berawal dari kegiatan Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club, event ini kemudian berkembang menjadi wadah yang lebih besar dengan menggandeng sejumlah komunitas kreatif.

Founder Common Ground Fight, Valdi menjelaskan bahwa awalnya kegiatan ini hanya bagian dari agenda komunitas kecil.

Namun, seiring berkembangnya kolaborasi, konsepnya berevolusi menjadi gerakan yang lebih luas.

“Kegiatan ini awalnya Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club. Karena ada kolaborasi dengan beberapa komunitas, akhirnya kami bikin Common Ground Fight,” ujar Valdi di Kemang, Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Ayu Aulia Akui FOMO, Rela Oplas Demi Tampil Sempurna

Common Ground Fight menjadi platform combat sport berbasis komunitas yang mempertemukan fighter dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas motor, suporter, street culture, hingga individu independen.

Konsep tersebut menjadi pembeda dibandingkan event sejenis, karena tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mengedepankan nilai kesetaraan dan inklusivitas.

“Common Ground Fight adalah ruang yang menyatukan berbagai latar belakang dalam satu arena tanpa sekat,” jelasnya.

Kolaborasi ini melibatkan tiga entitas kreatif, yakni Gasskiw, Hantam Keras, dan Rumah Bergerak.

Ketiganya dipertemukan dalam satu visi untuk menciptakan ruang berekspresi yang setara bagi para pelaku komunitas.

Tak hanya sebagai event, Common Ground Fight juga dirancang sebagai ekosistem jangka panjang yang akan terus berkembang dalam bentuk event series berkelanjutan.

Sementara itu, Founder lainnya, Muhajir alias Ncex, menyebut konsep yang diusung menggabungkan unsur pertarungan dengan musik dan visual art.

“Fight ini menggabungkan musik dan visual, jadi sebuah pengalaman kolektif di mana energi komunitas dan penonton menyatu,” kata Ncex.

Menurutnya, di dalam ring tidak ada perbedaan latar belakang.

Semua peserta diposisikan sama dan hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing.

“Siapa pun boleh datang dari mana saja. Tapi di dalam ring, semuanya sama. Tidak ada nama besar. Yang menentukan cuma nyali, skill, dan mental,” tegasnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved