Kabar Artis
Ratu Sofya Mengaku Tak Didampingi Intimacy Coordinator Saat Lakoni Adegan Dewasa di Film Dosa
Di momen itu, Ratu Sofya mengaku tidak mendapatkan pendampingan intimacy coordinator (IC) selama proses produksi berlangsung.
Penulis: Bayu Indra Permana | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Ratu Sofya mengaku tidak didampingi intimacy coordinator saat menjalani adegan dewasa di film Dosa: Penebusan atau Pengampunan.\
- Ratu juga mengaku kurang nyaman karena tidak disediakan body double untuk adegan sensitif tersebut.
- HAS Pictures membantah tudingan itu dan menyebut body double selalu disiapkan, namun Ratu disebut memilih menjalani adegannya sendiri.
- Produser Reza Aditya menegaskan adegan intim dibuat dengan batasan tertentu dan tidak mengarah pada unsur pornografi.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polemik antara Ratu Sofya dan rumah produksi HAS Pictures terkait film 'Dosa: Penebusan atau Pengampunan' masih terus bergulir.
Di tengah perseteruan soal somasi dan promosi film, Ratu akhirnya tampil ke publik dan memberikan beberapa klarifikasi didampingi kuasa hukumnya.
Di momen itu, dirinya mengaku tidak mendapatkan pendampingan intimacy coordinator (IC) selama proses produksi berlangsung.
IC sendiri saat ini mulai marak digunakan di berbagai project akting untuk membuat batasan antar aktor dalam beberapa adegan yang intim, demi menciptakan kenyamanan di dua pihak
"Tidak ada. Gitu," ujar Ratu Sofya di kawasan Cilandak Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026).
Dalam jumpa persnya, Ratu tak spesifik membahas satu persatu polemik yang sempat diklarifikasi oleh Reza Aditya selaku produser film 'Dosa'.
Ratu sempat menyebut dirinya tak nyaman dengan sex scene di film tersebut, karena tidak disediakan body double.
Baca juga: Dikabarkan Somasi Ortu Kandung Soal Honor Film, Ratu Sofya Jelaskan Duduk Perkaranya
Sebelumnya, rumah produksi HAS Pictures sempat memberikan bantahan dan penjelasan soal masalah body double yang dimasalahkan Ratu dalam sebuah podcast.
Pihak HAS Pictures membantah adanya proses syuting yang dilakukan secara sembarangan atau berlebihan. Co-producer film, Putri, menegaskan tim produksi telah berupaya menjaga kenyamanan pemain saat pengambilan adegan yang sensitif.
"Bukan kita tidak menyediakan, ada (*body double*) gitu, ada. Kita selalu standby *body double*," kata Putri.
"Dia bilang, 'Enggak apa-apa kok aku aja, aku bisa kalau adegannya cuman kayak gitu aja'," ujar Putri.
Pihak rumah produksi juga sebelumnya menepis anggapan bahwa film tersebut mengeksploitasi adegan dewasa. Produser film, Reza Aditya, menegaskan adegan yang dipermasalahkan bukan ditampilkan demi sensasi semata.
| Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Richard Lee Segera Jalani Persidangan |
|
|---|
| Dikabarkan Somasi Ortu Kandung Soal Honor Film, Ratu Sofya Jelaskan Duduk Perkaranya |
|
|---|
| Ratu Sofya Disebut Somasi Orang Tua Soal Honor Film yang Diproduseri Irish Bella, Ini Pembelaannya |
|
|---|
| 2 Tahun Tinggalkan Keluarga, Ratu Sofya Tidak Banyak Bicara saat Diminta Ibunya Pulang ke Rumah |
|
|---|
| Beauty is Pain! Ini Cara Nia Ramadhani Jaga Penampilan Tetap Prima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ratu-Sofya-buka-suara-soal-polemik-dirinya-dengan-PH.jpg)