Sabtu, 18 April 2026

Penyiraman Air Keras

Digo DZ Kecam Teror Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Musisi Digo DZ prihatin atas aksi teror terhadap Andrie Yunus dan desak aparat ungkap pelaku hingga aktor intelektualnya.

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PENYIRAMAN AIR KERAS - Eks gitaris Iwan Fals, Musisi Digo DZ dalam podcast Rakyat Berdaulat, Pancasila Bermartabat: Menjaga Ruang Demokrasi di Tengah Isu Kekerasan terhadap Andrie Yunus di Kantor Roemah Palapa, Jakarta Selatan pada Senin (16/3/2026). Digo DZ prihatin atas aksi teror terhadap Andrie Yunus dan desak aparat ungkap pelaku hingga aktor intelektualnya. 

Ringkasan Berita:
  • Musisi Digo DZ mengecam keras teror penyiraman air keras yang dialami aktivis KontraS Andrie Yunus, menekankan tindakan itu mengancam kebebasan sipil dan ruang demokrasi.
  • Andrie mengalami luka bakar serius di wajah, tangan, dan tubuhnya.
  • Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan menggunakan penyidikan ilmiah.
  • Digo berharap aparat menindak tegas pelaku lapangan maupun aktor intelektual.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Musisi Digo DZ prihatin sekaligus mengecam keras aksi teror penyiraman air keras yang dialami oleh aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

"Tentu prihatin dengan peristiwa teror kepada aktivis vokal yang kembali terjadi ini," kata Digo saat podcast Rakyat Berdaulat, Pancasila Bermartabat: Menjaga Ruang Demokrasi di Tengah Isu Kekerasan terhadap Aktivis di Kantor Roemah Palapa, Jakarta Selatan pada Senin (16/3/2026).

Eks gitaris Iwan Fals ini berharap, Pemerintah, khususnya aparat penegak hukum, mengusut tuntas kasus ini.

Apalagi Presiden Prabowo Subianto sudah memberi atensi khusus kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar membongkar pelaku utama penyiraman air keras tersebut.

"Semoga saja benar ya. Sampai otak pelakunya. Karena sebenarnya kita semua hanya bisa menduga-duga di otak kita. Maka aparat yang harus mengusutnya," tuturnya.

Teror penyiraman air keras, kata Digo, jelas tak manusiawi dan biadab. Teror terhadap aktivis HAM patut diduga tak hanya pidana biasa. Ada nuansa intimidasi kerja-kerja advokasi masyarakat sipil.

"Teror ini ingin agar kita diam. Apa kita aksi diam saja, tidak bicara?" sindirnya.

Baca juga: FPPJ Peringatkan Bahaya Tramadol, Minta Pemprov DKI Perketat Pengawasan

Ditegaskan Digo, kekerasan terhadap aktivis HAM adalah ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi.

Karenanya, negara tak boleh membiarkan praktik kekerasan dan teror terus terulang tanpa penegakan hukum yang tegas dan transparan.

"Tangkap tak hanya pelaku lapangan. Ungkap aktor intelektual, jaringan, motif, dengan terbuka. Tindak tegas tanpa pandang bulu siapapun pelakunya," harapnya.

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal usai menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

Karena kejadian itu, Andrie mengalami luka bakar 24 persen. Luka serius juga dirasa sekujur tubuh, terutama di area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberi perintah langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membongkar kasus teror terhadap Andrie Yunus.

Presiden meminta Kapolri mengusut tuntas penyiraman air keras kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang tengah jadi perhatian publik ini.

"Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Listyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved