Sabtu, 9 Mei 2026

Kabar Artis

Atta Halilintar dan Anang Hermansyah Tegaskan AI Bukan Ancaman Industri Kreatif, Kenapa?

Atta Halilintar dan Anang Hermansyah menilai AI bukan musuh, melainkan alat kolaboratif yang memperkuat kreativitas manusia.

Tayang:
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
ARTIFICIAL INTELLIGENCE - Atta Halilintar dan Anang Hermansyah dalam acara diskusi 'SocAI bersama FYC Group', yang digelar di Alam Sutera, Tangerang, Banten, Jumat (13/2/2026). Keduanya menilai AI bukan musuh, melainkan alat kolaboratif yang memperkuat kreativitas manusia. 
Ringkasan Berita:
  • Artificial Intelligence (AI) memicu pro kontra di industri kreatif Indonesia.
  • Sebagian pelaku menganggapnya ancaman, namun Atta Halilintar dan Anang Hermansyah berpandangan sebaliknya.
  • Atta menegaskan AI adalah tools yang membantu kreator bekerja lebih cepat, efisien, dan kreatif tanpa menggantikan peran manusia.
  • Keduanya menilai adaptasi dan pola pikir terbuka penting agar AI dimanfaatkan secara positif untuk membuka peluang dan mendorong transformasi digital yang produktif.

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Artificial Intelligence (AI) jadi sebuah teknologi baru yang digemari oleh masyarakat, bahkan sampai menimbulkan pro kontra di industri kreatif Indonesia.

Bahkan pelaku industri kreatif kebanyakan menjadikan AI, sebagai ancaman karena orang akan dengan mudah membuat kreatifitas dibantu dengan teknologi yang mutakhir.

Dua pelaku industri kreatif Indonesia, Atta Halilintar dan Anang Hermansyah angkat bicara tentang kehadiran AI, dalam panggung hiburan Indonesia.

Atta Halilintar menegaskan kalau AI bukan sesuatu yang harus dihindari dan dimusuhi, pada perjalanan industri kreatif Indonesia.

"AI itu bukan sesuatu yang berbahaya. Justru ini adalah tools yang bisa membantu kreator bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kreatif," kata Atta Halilintar ketika ditemui dalam acara diskusi 'SocAI bersama FYC Group', yang digelar di Alam Sutera, Tangerang, Banten, Jumat (13/2/2026).

"Kreatifitas tetap datang dari manusia, AI hanya membantu memperkuat dan memaksimalkan potensi kita," sambung pria berusia 31 tahun ini.

Baca juga: Balita 2,5 Tahun Dianiaya oleh Pacar Ibunya, Bupati Karawang Geram: Proses Hukum Harus Berjalan

Menurut suami Aurel Hermansyah ini, masyarakat harus bisa adaptasi dengan kemajuan teknologi. Mengenal AI justru jadi kunci agar bisa bersaing dengan para kompetitor. 

"Menurut saya, kalau AI ini bisa digunakan dengan bijak, justru dapat membuka peluang baru dalam monetisasi dan perluasan jangkauan," ucap Atta Halilintar.

Sementara itu, Anang Hermansyah sepakat dengan pernyataan menantunya, Atta Halilingar. Ia merasa perkembangan teknologi harus disikapi dengan kesiapan dan pola pikir yang terbuka.

"Jadi SocAI dan FYC Group ingin membangun pemahaman bahwa AI adalah mitra kolaboratif dalam industri kreatif, bukan pengganti manusia," ujar Anang Hermansyah.

"AI ini penting agar transformasi digital dapat berjalan secara positif dan produktif," sambungnya. (Ari).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved