Rabu, 3 Juni 2026

Kabar Duka

Polda Metro Minta Publik Tak Berspekulasi soal Kematian Lula Lahfah

Polda Metro Jaya menegaskan penyebab kematian selebgram Lula Lahfah masih menunggu hasil penyelidikan medis.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dwi Rizki
Instagram
ERANGAN LULA LAHFAH - Kesaksian asisten rumah tangga (ART) mengungkap rangkaian peristiwa sebelum selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) sore. Menurut keterangan polisi, ART Lula Lahfah mengaku sempat mendengar suara erangan dari dalam kamar korban pada Jumat dini hari, beberapa jam sebelum Lula ditemukan tak bernyawa. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Polda Metro Jaya meminta masyarakat tak berspekulasi terkait dugaan overdosis sebagai penyebab kematian selebgram Lula Lahfah

Polisi menegaskan penyebab kematian korban masih menunggu hasil penyelidikan.

"Nanti pada rilis atau konpers dokter RS Fatmawati akan menyampaikan kondisi pada saat pemeriksaan jenazah secara luar," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, penentuan sebab kematian harus melalui proses ilmiah. 

Ia mengingatkan spekulasi di media sosial tidak berdasar dan berpotensi melukai perasaan keluarga korban.

 

"Ayolah bijak kita membangun simpati, membangun empati terhadap orang yang sudah meninggal. Jangan bias kita menuduhkan ini kan rekam digital," katanya.

Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026) sore. Korban ditemukan di unit lantai 25 BN.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Murodih mengatakan, laporan pertama diterima petugas keamanan apartemen sekitar pukul 18.44 WIB. 

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Ditemukan dalam posisi tidur terlentang berselimut dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek warna hitam," ucap AKBP Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Namun, di lokasi ditemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan dari rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi, korban berada seorang diri di dalam kamar dengan pintu terkunci sejak siang hari. 

Pembantu korban yang tidak mendapat respons lalu meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu.

Dokter pribadi korban tiba sekitar pukul 19.23 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal. 

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Fatmawati sekitar pukul 21.20 WIB guna keperluan visum. (m31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved