Kabar Artis

Prilly Latuconsina Malu Lihat Rekan Artis Joget-joget Dengar Tunjangan DPR Naik

Artis Prully Latuconsina ternyata turut peduli pada nasib rakyat dan menyoroti demo yang kini terjadi. Dia pun mengaku malu melihat rekan artis.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Valentino Verry
warta kota/arie
MALU LIHAT ARTIS - Artis serba bisa Prilly Latuconsina (kanan) mengaku malu melihat rekan artis yang joget-joge saat tahu tunjangan DPR naik. Hal ini melukai hati rakyat. 

"Padahal kan sudah besar banget  uang mereka dari rakyat," sambungnya.

TERIAKAN RAKYAT - Sineas Joko Anwar menyoroti aksi demo yang kini menjadi amuk massa di mana-mana sebagai sesuatu yang sulit dihindari. Sebab itu menjadi simbol teriakan rakyat.
TERIAKAN RAKYAT - Sineas Joko Anwar menyoroti aksi demo yang kini menjadi amuk massa di mana-mana sebagai sesuatu yang sulit dihindari. Sebab itu menjadi simbol teriakan rakyat. (warta kota/arie)

Prilly miris melihat anggota DPR RI bersenang-senang karena tunjangan Naik. Sementara demonstrasi dibiarkan besar-besaran.

"Aku baru saja dari NTT ke salah satu desa namanya Kuwaytay yang lagi kena bencana alam, jalanan rusak, rumah hancur, anak-anak jalan kaki ke sekolah, kehilangan orang yang disayang, dan fasilitas minim dan kondisi miris," terangnya.

"Guru tetap mengajar dan jalur anak-anak ke sekolah bahaya," imbuhnya. 

"Mereka melakukan pekerjaan dengan senyum, nggak ngeluh padahal jasa mereka besar buat bangsa ini," tambahnya.

Prilly pun akan terus membantu masyarakat yang kesal dan kecewa dengan anggota DPR RI melalui platform nya.

"Jadi itu yang membuat aku marah kan cuma segini wajar aja tunjangan segini. Aku melihatnya malu banget," ujar Prilly Latuconsina

Sementara itu, sineas dan mantan wartawan Joko Anwar menyayangkan adanya nyawa yang melayang dalam aksi demonstrasi pada Kamis malam.

"Satu nyawa rakyat itu gak ada gantinya," kata Joko Anwar ketika ditemui di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

Joko Anwar menilai usaha polisi untuk meredakan kesedihan keluarga dengan bertanggung jawab atas apa yang terjadi, tak bisa membuat amarah rakyat terhenti.

"Usaha mereka gak bisa dibandingkan dengan nyawa yang sudah melayang dan itu harus dihentikan dan gak boleh terjadi," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Jokan bersyukur masyarakat kompak menyebarluaskan aksi keji Brimob yang menabrak dan melindas Affan Kurniawan di media sosial.

"Karena ini kejadian yang real, bukan disebarkan secara diatur oleh lihat tertentu. Saya bersyukur semua masyarakat bisa melihat ini," tegasnya.

Ketika ditanyakan siapa yang wajib disalahkan, Joko Anwar hanya menjawab yang menjalankan sistem di Negeri ini.

"Salahnya sistem. Orang menjalankan sistem siapa? Ini berhubungan sama kultur. Rakyat sudah sering diminta untuk maklum, memaafkan kalau ada kesalahan yang dibuat pejabat mereka minta maaf," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved