Rabu, 22 April 2026

Warta Pendidikan

UI Hadirkan Teknologi XPS untuk Perkuat Kapasitas Riset Material

Kehadiran instrumen canggih XPS merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset  FTUI

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Dengan fasilitas ini, FTUI menjadi salah satu dari hanya tiga institusi di Indonesia yang memiliki teknologi XPS, bersama Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN 

 

Ringkasan Berita:
  • UI melalui FTUI menghadirkan alat XPS untuk memperkuat riset material dan energi.
  • FTUI jadi satu dari tiga institusi di Indonesia yang memiliki teknologi ini.
  • XPS mampu analisis kimia material secara presisi, dukung riset energi dan elektronik.
  • Fasilitas ini dorong kolaborasi, inovasi industri, dan daya saing nasional

 


WARTAKOTA LIVE.COM- Universitas Indonesia (UI) terus memperkuat kapasitas riset unggulannya. 
Kali ini dengan Fakultas Teknik (FTUI) yang berhasil menghadirkan instrumen X-Ray Photoelectron Spectroscopy (XPS).

Dengan fasilitas ini, FTUI menjadi salah satu dari hanya tiga institusi di Indonesia yang memiliki teknologi XPS, bersama Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Instrumen canggih ini diperoleh melalui hibah Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT) dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Nantinya, alat XPS ini akan dioperasikan di Analytical Laboratory, yang merupakan bagian dari Energy Transition Laboratory (ETL).

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa 
kehadiran instrumen canggih XPS merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset 
FTUI.

“Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kedalaman dan kualitas penelitian di bidang 
material dan energi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra industri 
dan akademisi, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya melalui pesan tertulis, Rabu (22/4/2026)

XPS merupakan instrumen berbasis efek fotolistrik yang digunakan untuk menganalisis komposisi 
unsur, kondisi kimia, hingga struktur elektronik pada permukaan material.

Dengan memanfaatkan radiasi sinar-X, alat ini mengukur energi elektron yang terpancar untuk mengidentifikasi karakteristik unik setiap unsur.

Presisi tinggi yang dimilikinya memungkinkan analisis kondisi kimia secara lebih mendalam dibandingkan metode karakterisasi konvensional. 

Kemampuan XPS dalam menembus hingga kedalaman beberapa nanometer menjadikannya 
instrumen penting dalam pengujian berbagai jenis material, mulai dari logam, semikonduktor, 
polimer, hingga nanomaterial dan katalis.

Hal ini sangat relevan untuk mendukung riset pengembangan energi baru terbarukan, perangkat elektronik masa depan, serta inovasi material maju lainnya.

Lebih jauh, kehadiran XPS juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui 
kontribusinya dalam pengembangan teknologi yang digunakan sehari-hari.

Analisis mendalam terhadap material memungkinkan peningkatan kualitas baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, pengembangan perangkat elektronik yang lebih efisien dan tahan lama, hingga inovasi material ramah lingkungan untuk pengolahan limbah dan pengendalian polusi.

Di sisi industri, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk memastikan kualitas dan keandalan produk, 
sehingga mendorong daya saing industri nasional.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved