Berita Nasional
Mahasiswa Bertanya: Prabowo-Gibran yang Turun atau Nabi Isa?
Mahasiswa membuat spanduk nyeleneh yang dipajang di depan Gedung DPR RI pada Senin (15/6/2026).
WARTAKOTALIVE.COM -Mahasiswa membuat spanduk nyeleneh yang dipajang di depan Gedung DPR RI pada Senin (15/6/2026).
Spanduk nyeleneh itu dipasang saat unjuk rasa bertajuk Menuju Indonesia Gagal yang digelar di depan Gedung DPR RI.
Spanduk berukuran 2x5 meter yang dipajang di gerbang DPR RI itu berisikan satir terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Spanduk itu berisi pertanyaan satir berupa pilihan ganda dari Mahasiswa soal "siapa yang turun duluan Prabowo-Gibran, Rupiah, BBM, atau Nabi Isa".
Selain spanduk satir, mahasiswa juga memberikan karangan bunga untuk DPR RI.
Isi karangan bunga itu berisi ucapan selamat atas kegagalan kerja DPR RI seperti dimuat Tiktok BocahTambun.
Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari demonstrasi maraton yang digelar mahasiswa sebagai bentuk kritik terhadap kinerja pemerintah dan DPR RI selama 1,5 tahun terakhir.
Korupsi makan bergizi gratis (MBG) hingga pelemahan rupiah serta kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat mahasiswa meradang dan mengancam akan menggelar demonstrasi seperti Reformasi 1998.
Demonstrasi pertama digelar pada Jumat (12/6/2026) diikuti ribuan mahasiswa.
Pemerintah sendiri berjanji akan melakukan evaluasi atas kritik yang dilayangkan mahasiswa.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah langkah strategis pemerintah guna mengembalikan kepercayaan publik dan para pelaku ekonomi.
Mensesneg menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan tiga arahan utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Arahan pertama yakni deregulasi (penghapusan peraturan atau pembatasan) perizinan.
Baca juga: Demo di Depan Gedung DPR/MPR, Peserta Aksi Unjuk Rasa Ini Mengaku Alami Tindak Kekerasan
"Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," katanya di Jakarta, Senin (15/6/2026), sebagaimana dimuat KompasTV.
Mensesneg melanjutkan, Presiden juga menginstruksikan Badan Pengelola Investasi Danantara yang dipimpin Rosan Roeslani, untuk mengelola performa ekspor dan impor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Spanduk-demo-15-juni.jpg)