Berita Internasional
Damai Iran-AS Kian Dekat
Iran Klaim Hampir Capai Kesepakatan Damai dengan Amerika Serikat, Teheran Lakukan Peninjauan Akhir
WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kemajuan signifikan.
Teheran menyatakan sebagian besar isu utama dalam perundingan telah menemukan titik temu dan kini memasuki tahap peninjauan internal terakhir terhadap rancangan perjanjian damai yang tengah disusun.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya harapan akan berakhirnya ketegangan berkepanjangan antara kedua negara yang selama puluhan tahun berada dalam hubungan penuh kecurigaan dan konflik politik.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan menyebut bahwa berakhirnya konflik akan diumumkan di seluruh front yang selama ini terdampak ketegangan kawasan, termasuk Lebanon.
"Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon. Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran," ujar Araghchi dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan perubahan besar dalam hubungan kedua negara.
Sejak Revolusi Islam Iran pada 1979, hubungan diplomatik Teheran dan Washington praktis terputus dan diwarnai berbagai konflik politik, ekonomi, hingga keamanan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa sebenarnya kesepakatan damai dapat dicapai beberapa pekan lalu.
Namun, menurut dia, proses perundingan berjalan lebih lama karena adanya perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat selama negosiasi berlangsung.
"Kesepakatan sebenarnya bisa dicapai beberapa minggu lalu. Namun, Amerika Serikat berulang kali mengubah posisinya, mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif, dan mengajukan tuntutan baru yang memperpanjang proses negosiasi," kata Baghaei.
Meski demikian, Iran tetap melanjutkan dialog yang dimediasi Pakistan tersebut dengan tujuan mencapai penyelesaian menyeluruh atas berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Perundingan tersebut dilaporkan mencakup sejumlah agenda penting, termasuk penghentian konflik, pembahasan program nuklir Iran, hingga kemungkinan pembukaan kembali jalur kerja sama dan komunikasi yang lebih stabil di masa depan.
Jika kesepakatan itu benar-benar terwujud, maka hal tersebut berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Selain meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, perjanjian tersebut juga dapat membawa dampak luas terhadap stabilitas kawasan, terutama di negara-negara yang selama ini menjadi arena persaingan pengaruh kedua pihak.
Meski optimisme mulai mengemuka dari pihak Iran, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai klaim bahwa sebagian besar substansi perundingan telah disepakati.
Karena itu, hasil akhir negosiasi masih menunggu pengesahan dan pengumuman resmi dari kedua negara.
Namun demikian, sinyal positif yang muncul dari Teheran menunjukkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai semakin terbuka.
Apabila berhasil disahkan, perjanjian tersebut dapat menandai babak baru hubungan Iran dan Amerika Serikat setelah hampir setengah abad berada dalam ketegangan yang berkepanjangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/iran-amerika-serikat.jpg)