Berita Jakarta
Hambatan RDF Rorotan Jakut Terkuak, Judistira Hermawan Minta Infrastruktur Segera Dibenahi
Hambatan RDF Rorotan Jakarta Utara Terkuak, Ketua Judistira Hermawan Minta Infrastruktur Segera Dibenahi!
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta menyoroti sejumlah hambatan yang masih mengganjal optimalisasi RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Meski fasilitas tersebut dinilai siap beroperasi dengan kapasitas besar, persoalan infrastruktur dan armada pengangkut sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD Provinsi DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengatakan RDF Rorotan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama DPRD untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Baca juga: RDF Rorotan Mandek, Fraksi PKB Ingatkan DKI Jakarta Ancaman Krisis Sampah dan Sanksi Pusat
Selama ini, lanjut dia, TPST Bantargebang, Kota Bekasi milik Pemprov DKI Jakarta menerima sekitar 9.000 ton sampah Jakarta setiap hari.
Karena itu, Pansus Persampahan DPRD DKI Jakarta melakukan peninjauan langsung ke RDF Plant Rorotan di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2026).
Kedatangannya guna mengetahui berbagai kendala yang menyebabkan fasilitas tersebut belum beroperasi secara maksimal.
"Hari ini Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta hadir di RDF Rorotan. Ini adalah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta untuk mengurangi sampah yang selama ini dikirim ke Bantargebang," kata Judistira.
Dari hasil peninjauan, Pansus menemukan sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti agar RDF Rorotan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan volume sampah Jakarta.
Baca juga: Cegah Tragedi RPST Bantargebang Terulang, Pramono Targetkan RDF Rorotan Olah 1000 Ton Sampah Sehari
Salah satu target yang ingin dicapai adalah mengoptimalkan kapasitas pengolahan sampah hingga 1.500 sampai 2.000 ton per hari dalam satu tahun ke depan.
"Nah, tentu hari ini Pansus hadir untuk mencari tahu apa kendalanya, sehingga kami harapkan dalam satu tahun ke depan RDF Rorotan bisa maksimal mengolah sampah paling tidak 1.500 sampai 2.000 ton per hari," ujarnya.
Menurut Judistira, hambatan utama yang ditemukan bukan berasal dari teknologi maupun mesin pengolah sampah yang tersedia di RDF Rorotan.
Berdasarkan hasil peninjauan, fasilitas tersebut memiliki tiga lini pengolahan dengan kapasitas masing-masing sekitar 800 ton sampah per hari atau total mencapai 2.400 ton per hari.
Saat kunjungan berlangsung, dua lini pengolahan beroperasi, sedangkan satu lini lainnya sedang menjalani perawatan rutin.
Karena itu, dia menilai persoalan yang perlu segera dibenahi justru berada di luar fasilitas pengolahan.
"Kelihatannya karena ada catatannya, salah satunya infrastruktur. Saya kira kendalanya lebih kepada faktor eksternal," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta ini.
Baca juga: Soal Isu Bau, Pakar ITB Sebut RDF Rorotan Dilengkapi Alat Kontrol Polusi Udara
Judistira menjelaskan akses jalan menuju RDF Rorotan masih menjadi perhatian, karena dinilai belum memadai untuk menunjang mobilitas armada pengangkut sampah dari berbagai wilayah Jakarta.
| Lift JPO Lenteng Agung Kembali Berfungsi, Warga Kini Bernapas Lega |
|
|---|
| Buntut Kasus Imigrasi Jakbar, DPRD DKI Jakarta Minta KPK Telusuri Sistem Kependudukan Jakarta |
|
|---|
| Ingin Berkunjung ke Jakarta Fair Kemayoran? Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Kantong Parkirnya |
|
|---|
| Kemayoran Indah Golf Direvitalisasi, Operasional Tutup hingga 2027 |
|
|---|
| Pramono Ancam Cabut KJP dan KJMU Milik Pelaku Bullying di Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pansus-Pengolahan-Sampah-Jakarta-2.jpg)