Kamis, 11 Juni 2026

Berita Internasional

Erdogan Ultimatum Israel Jangan Coba-coba Sentuh Damaskus dan Beirut

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ultimatum Israel yang terus memperluas peperangan di wilayah Timur Tengah hingga mendekati wilayah Turki. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
ISRAEL-Hubungan Israel dan Turki memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai seorang diktator. 

WARTAKOTALIVE.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ultimatum Israel yang terus memperluas peperangan di wilayah Timur Tengah hingga mendekati wilayah Turki

Peringatan keras itu disampaikan Erdogan dalam sebuah rapat dengan anggota parlemen Turki dan disampaikan lagi di platform X miliknya pada Kamis (11/6/2026). 

Erdogan mengatakan bahwa pihak Turki mulai mengendus adanya upaya pecah belah di Pulau Siprus. 

Saat ini Turki pun mulai waspada dengan upaya adu domba pihak asing yang hendak memecah belah Turki.

“Kami melihat adanya upaya untuk menyalakan api fitnah di Akdeniz, khususnya di Pulau Siprus; kami sedang memantau perkembangan ini dengan cermat,” tulis Erdogan. 

Erdogan pun memberikan ultimatum kepada Israel. Apabila hak dan hukum Turki diganggu khususnya di wilayah Siprus dan Timur Tengah Laut Mediterania diserang maka pihaknya tidak akan diam dan membalas.

“Saya katakan dengan sangat tegas: Jika hak dan hukum Turki serta warga Turki Siprus di Timur Tengah Laut Mediterania diserang, jawaban kami akan sangat jelas, dan juga sangat keras,” lanjut Erdogan. 

Baca juga: Panas! PM Israel Netanyahu Sebut Presiden Turki Erdogan Diktator

Erdogan juga memperingatkan Damaskus di Suriah dan Beirut di Lebanon adalah dua kota kembar Istanbul Turki.

Sehingga keamanan Turki sudah dimulai dari dua kota tersebut. Apabila Israel coba-coba mengusik kedua kota tersebut, maka sama artinya bendera perang dengan Turki telah dikibarkan.

Sebab penjajahan di Damaskus dan Beirut sama saja dengan menginjak-injak negara Turki karena kedua kota itu memilih hubungan persaudaraan yang kuat dengan Turki.

“Keamanan Turki tidak hanya dimulai dari Hatay; ia dimulai dari Aleppo, dimulai dari Damaskus, dimulai dari Beirut,”

“Kami tidak akan mentolerir adanya intervensi apa pun di negara-negara saudara-saudara kami, kami tidak akan memejamkan mata terhadap serangan apapun yang ditujukan kepada saudara-saudara kami,” bebernya. 

Erdogan menutupnya dengan menyebut Israel tengah delusi dalam menciptakan peperangan di Timur Tengah.

“Kami sangat menyadari apa tujuan akhir dari delusi yang Anda usahakan. Dengan izin Allah, kami tidak akan pernah mengizinkannya,” paparnya. 

Diketahui perang Israel semakin meluas. Setelah berhasil menduduki Gaza sepenuhnya kini IDF memperluas serangan ke Lebanon Selatan. 

Sebagian wilayah Lebanon Selatan pun mulai dikuasai Israel. Netanyahu pun tidak mau menghentikan serangan ke Lebanon meskipun sudah mendapatkan tekanan dari Presiden AS Donald Trump. 

Kota Beirut sebagai Ibu Kota Lebanon pun terancam dikuasai oleh Israel

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved