Berita Internasional
Reaksi Donald Trump Melihat Ketegangan Netanyahu Vs Erdogan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengomentari hubungan Israel dan Turki yang memanas karena perluasan invasi Israel ke Lebanon.
WARTAKOTALIVE.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengomentari hubungan Israel dan Turki yang memanas karena perluasan invasi Israel ke Lebanon.
Sebelumnya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas perluasan wilayah penjajahan ke Lebanon.
Lebanon yang berbatasan dengan Turki membuat Erdogan merasa terancam dengan perluasan peperangan yang dilakukan Israle.
Erdogan pun memberikan ultimatum ke Israel bahwa Turki tidak akan tinggal diam apabila Israel menyentuh sedikitpun wilayah Siprus.
Menurut Erdogan, Israel adalah ancaman nyata bagi perdamaian di Mediterania Timur dan mengajak seluruh negara bersatu untuk melawan penjajahan yang dilakukan Israel.
Menanggapi hal itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Erdogan sebagai diktator antisemit.
Baca juga: Panas! PM Israel Netanyahu Sebut Presiden Turki Erdogan Diktator
Antisemit adalah sebutan bagi seseorang atau kelompok yang memiliki sikap permusuhan, prasangka, atau diskriminasi terhadap kaum Yahudi.
Kebencian ini dapat ditujukan kepada individu Yahudi, lembaga keagamaan, properti komunitas, hingga identitas Yahudi secara keseluruhan.
Menurut Netanyahu, Erdogan tidak layak memberikan nasihat untuk Israel.
“Diktator antisemit Erdogan yang melakukan genosida terhadap Kurdi, mendukung organisasi teroris Hamas, menindas rakyatnya sendiri, dan memenjarakan lawan politiknya, adalah orang terakhir yang berhak menggurui moral kepada Negara Israel,” tulis Netanyahu.
Donald Trump pun menanggapi santai hubungan Turki dan Israel yang memanas.
Memiliki hubungan diplomasi yang baik terhadap kedua negara, Donald Trump yakin Turki tidak akan bertindak lebih jauh terhadap Israel.
Trump pun ogah menanggapi apakah AS akan terus menjual peralatan tempur ke Turki.
Menurutnya sampai saat ini Turki masih menjadi teman baik AS dan Trump pun cukup menyukai Erdogan.
“Seperti yang Anda ketahui, dia adalah teman baik saya, dan kami telah bekerja sama dengan sangat baik. Saya sangat menyukainya,” ucap Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa (9/6/2026).
Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum mendengar tentang kritik terbaru Erdogan terhadap Israel, tetapi jika dia mendengarnya, dia akan menelepon pemimpin Turki itu dan memastikan bahwa "tidak akan terjadi apa pun dengan Turki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Donald-Trump-UFO.jpg)