Berita Jakarta
Lansia Keluhkan Lift JPO Tanjung Barat Rusak, Harus Naik 108 Anak Tangga
Lift JPO Tanjung Barat, Jagakarsa, tak berfungsi hampir dua pekan. Lansia terpaksa menaiki 108 anak tangga untuk menyeberang.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ringkasan Berita:
- Lift JPO Tapal Kuda Tanjung Barat dilaporkan tidak berfungsi hampir dua pekan sehingga warga harus menggunakan 108 anak tangga untuk menyeberang.
- Lansia mengeluhkan kondisi tersebut karena menyulitkan mobilitas sehari-hari, terutama untuk pergi ke pasar dan beraktivitas rutin.
- Masalah serupa juga terjadi di JPO Lenteng Agung yang diduga mengalami kerusakan akibat pencurian kabel, sehingga memicu keluhan dari warga dan kelompok rentan
WARTAKOTALIVE.COM, JAGAKARSA – Permasalahan lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jagakarsa, Jakarta Selatan, ternyata tidak hanya terjadi di kawasan Lenteng Agung.
Fasilitas serupa di JPO Tapal Kuda, Tanjung Barat, juga dilaporkan tidak berfungsi sehingga menyulitkan mobilitas warga, terutama lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Berdasarkan pantauan Warta Kota pada Selasa (9/6/2026), area lift ditutup menggunakan dua sapu lidi yang disilangkan sebagai penanda fasilitas tidak dapat digunakan.
Di lokasi juga terpasang pemberitahuan dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang bertuliskan "Lift dalam Masa Pemeliharaan".
Baca juga: Pramono Murka Lift JPO Mati Akibat Vandalisme, Pelaku Diblacklist dari Transportasi Umum
Akibat lift tidak beroperasi, warga yang hendak menyeberang harus menaiki dan menuruni total 108 anak tangga.
Masing-masing sisi JPO memiliki 54 anak tangga yang menghubungkan kawasan Tanjung Barat dan Pasar Minggu.
Salah seorang warga, Muhayah (67), mengaku kesulitan beraktivitas sejak lift tersebut tidak berfungsi.
"Sudah hampir dua minggu liftnya mati. Kalau mau ke pasar ya terpaksa naik tangga," ujar Muhayah saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, kondisi lift yang rusak bukan kali pertama terjadi. Fasilitas tersebut kerap mengalami gangguan meski sesekali kembali beroperasi.
"Kadang-kadang jalan, tapi sering rusak. Saya sering pakai lift kalau sedang berfungsi," katanya.
Meski masih mampu menggunakan tangga, Muhayah mengaku harus berjalan perlahan untuk menghindari kelelahan dan menjaga keselamatan.
"Kalau naik tangga ya pelan-pelan supaya aman dan tidak terlalu capek," tuturnya.
Baca juga: Kabel Kelistrikan Dicuri, Lift JPO Lenteng Agung Mati Total, Lansia dan Disabilitas Terdampak
Ia menduga kerusakan lift kerap dipicu oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab yang bermain atau merusak fasilitas tersebut.
Muhayah berharap masyarakat turut menjaga fasilitas umum agar tetap dapat digunakan oleh semua kalangan, terutama kelompok rentan.
| Pramono Isyaratkan Tarif Transjabodetabek Naik, Subsidi Tetap Jalan |
|
|---|
| Pramono Murka Lift JPO Mati Akibat Vandalisme, Pelaku Diblacklist dari Transportasi Umum |
|
|---|
| Lift JPO Lenteng Agung Mati Lagi, Warga Sebut Sudah Tiga Kali Rusak |
|
|---|
| Kabel Kelistrikan Dicuri, Lift JPO Lenteng Agung Mati Total, Lansia dan Disabilitas Terdampak |
|
|---|
| Kesadaran Warga Meningkat, DPRD DKI Jakarta Soroti Minimnya Fasilitas Pengolahan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lansia-kesulitan-akibat-JPO-Lenteng-Agung-rusak34.jpg)