Senin, 1 Juni 2026

Kemensos

Pesan Mensos Gus Ipul Jelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Mensos Gus Ipul meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap hadapi penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang beroperasi bertahap tahun ini.

Tayang: | Diperbarui:
Kemensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan kepada para Kepala Sekolah Rakyat dan tenaga kependidikan se-Indonesia secara daring di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (29/5/2026). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi babak baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap tahun ini. 

“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda. Kepala sekolah harus bertransformasi dari pengelola program menjadi pemimpin institusi pendidikan unggulan,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi bersama para kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026). 

Seluruh Kepala Sekolah Rakyat serta perwakilan guru, wali asuh, dan wali asrama yang hadir secara daring dalam rapat ini mendapat penegasan dari Gus Ipul bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.

Lantaran kompleks pendidikan yang dibangun di atas lahan 7 hektare hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA kelak membutuhkan tata kelola yang jauh lebih matang.

Seluruh unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan pun memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.

“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” ujar Gus Ipul.

Dalam arahannya, Gus Ipul menaruh perhatian besar pada penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan kualitas layanan antarsekolah, baik dalam aspek pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan di asrama.

“Semua harus terprotokol dan terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” katanya.

Gus Ipul juga meminta pengelolaan asrama dilakukan secara profesional karena asrama merupakan ruang pembentukan karakter siswa selama 24 jam.

Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan CCTV di berbagai titik sekolah.

“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Bagaimana toiletnya, bagaimana tata kelolanya, bagaimana SDM-nya. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ujar Gus Ipul.

Selain membahas kesiapan Sekolah Rakyat permanen, disorot juga peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang akan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

Menurut Gus Ipul, momentum tersebut tidak boleh sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan harus menjadi ruang pembuktian bahwa Sekolah Rakyat mampu menjawab akar persoalan kemiskinan melalui pendidikan.

“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni, ini pembuktian bahwa program ini nyata, berdampak, dan menjawab akar persoalan kemiskinan,” tegasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved