Senin, 1 Juni 2026

Berita Nasional

Cerita WNI Dimasukan ke Kontainer oleh Israel Saat Diculik di Laut Internasional

Para warga negara Indonesia (WNI) dikurung di dalam kontainer usai diculik Israel di perairan internasional. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
PEMULANGAN 9 WNI --Kekejaman Israel itu diceritakan oleh aktivis kemanusiaan Indonesia yang juga diculik Israel saat misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) Hendro Prasetyo Selasa (26/5/2026).  

WARTAKOTALIVE.COM - Para warga negara Indonesia (WNI) dikurung di dalam kontainer usai diculik Israel di perairan internasional. 

Kekejaman Israel itu diceritakan oleh aktivis kemanusiaan Indonesia yang juga diculik Israel saat misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) Hendro Prasetyo. 

Hendro mengungkap detik-detik mencekam saat kapalnya dibajak oleh Israel.

Para relawan, kata Hendro, kemudian ditahan di kapal perang yang dimodifikasi menjadi tempat penahanan berbentuk kontainer atau “kapal penjara”.

Kesaksian itu disampaikan Hendro dalam acara silaturahmi dan syukuran atas bebasnya sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan delegasi GSF yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Hendro merupakan relawan dari SMART 171 (Solidarity of Muslim for Al-Quds Resist 171) yang tergabung dalam delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). 

Ia bersama delapan WNI lainnya berupaya menembus blokade Gaza melalui jalur laut untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Hendro berada di Kapal Kasr-1 bersama sejumlah relawan internasional lainnya saat intersepsi terjadi.

Menurut Hendro, komunikasi antarrelawan masih berlangsung hingga kapal-kapal terakhir dalam armada GSF satu per satu diintersepi aparat Israel.

“Kami punya grup komunikasi bersama tim GSF dan perwakilan Indonesia. Sampai malam itu kami masih mendapat informasi bahwa kapal terakhir sudah diintersepsi Israel,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dimuat Rabu (27/5/2026).

Hendro mengatakan kemungkinan intersepsi sebenarnya telah diprediksi sejak awal. 

Para relawan bahkan mendapat pelatihan terkait prosedur keselamatan dan langkah darurat apabila ditahan.

Baca juga: Pengalaman Buruk Cinta Laura Diperlakukan Petugas Maskapai Saat Urus Bagasi

“Proses intersepsi itu sudah dijelaskan sejak awal oleh tim GSF. Kami juga menyiapkan video SOS dan skenario darurat sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Hendro mengungkapkan aparat Israel melakukan tindakan agresif sejak awal intersepsi berlangsung. Menurut dia, kapal relawan ditembaki untuk mencari kapten kapal agar armada dapat dikuasai.

“Mereka menembaki kapal untuk mencari siapa kaptennya karena mereka tidak bisa membawa kapal itu sendiri tanpa informasi dari kapten,” tuturnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved