Kamis, 28 Mei 2026

Berita Internasional

Selat Hormuz Segera Dibuka, AS-Iran Sepakat Menuju Damai

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal yang membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz,

Tayang:
Editor: Joanita Ary
ist
SELAT HORMUZ DIBUKA - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal yang membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik dan perdagangan energi dunia. 

WARTAKOTALIVECOM -- Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal yang membuka jalan bagi dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam geopolitik dan perdagangan energi dunia.

Laporan yang dimuat media internasional The New York Times dan media Turki Yeni Safak pada Senin (25/5/2026) menyebutkan, Teheran bersedia membuang stok uranium yang telah diperkaya sebagai bagian dari kompromi dengan Washington.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat disebut akan mencabut blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran yang selama ini diberlakukan melalui kebijakan sanksi dan pembatasan ekonomi.

Kesepakatan tersebut masih bersifat prinsip dan belum resmi berlaku. Finalisasi masih menunggu persetujuan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Sumber diplomatik yang dikutip kedua media menyebutkan, negosiasi berlangsung intensif dalam beberapa pekan terakhir di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap stabilitas kawasan Teluk.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Ketegangan di wilayah tersebut sempat memicu kekhawatiran lonjakan harga energi global dan gangguan rantai pasok internasional.

Dalam draf kesepakatan yang beredar, Iran disebut bersedia menghilangkan cadangan uranium hasil pengayaan yang menjadi sorotan Barat selama bertahun-tahun.

Namun, metode pembuangan uranium itu sendiri masih menjadi bahan negosiasi.

Sejumlah opsi yang dibahas antara lain pemindahan ke negara ketiga, pengenceran material nuklir, atau pengawasan langsung oleh badan internasional.

Meski demikian, kesepakatan tersebut dilaporkan tidak mencakup penghentian program pengayaan uranium Iran secara menyeluruh.

Tidak ada pula klausul yang membatasi pengembangan maupun penyimpanan rudal milik Teheran.

Hal ini diperkirakan dapat memicu kritik dari sejumlah sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah yang selama ini menilai program rudal Iran sebagai ancaman keamanan kawasan.

Pengamat hubungan internasional menilai langkah ini menunjukkan adanya pendekatan pragmatis dari kedua negara setelah hubungan Washington-Teheran terus diwarnai ketegangan dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Amerika Serikat tampaknya lebih memprioritaskan stabilitas jalur energi global dan penurunan eskalasi konflik regional dibanding mendorong kesepakatan nuklir yang lebih komprehensif.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved