Rabu, 20 Mei 2026

Berita Nasional

Kekerasan Seksual Pesantren, Cak Imin Tegas: Mereka Bukan Kiai, tapi Dukun!

Ketum PKB Muhaimin Iskandar menegaskan pelaku kekerasan seksual di pesantren bukan kiai, melainkan “dukun berkedok kiai”

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
KEKERASAN SEKSUAL DI PESANTREN - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual di lingkungan pesantren tidak pantas disebut sebagai kiai 

Ringkasan Berita:
  • Cak Imin menegaskan pelaku kekerasan seksual di pesantren bukan kiai, melainkan “dukun berkedok kiai”.
  • PKB meluncurkan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual sebagai langkah pencegahan.
  • Ia meminta masyarakat lebih selektif memilih pesantren dan mendesak polisi memberi hukuman berat kepada pelaku.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual di lingkungan pesantren tidak pantas disebut sebagai kiai.

Menurutnya, pelaku merupakan “dukun berkedok kiai” karena telah menyimpang dari nilai, moral, dan tradisi pesantren.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri Temu Nasional Pondok Pesantren Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Jakarta, Senin (18/5/2026) malam.

Pernyataan tersebut menjadi respons atas mencuatnya sejumlah kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren di beberapa daerah seperti Pati, Jepara, Bogor, hingga Mesuji.

Baca juga: Temu Nasional Pesantren Digelar, PKB Gaungkan Gerakan Anti Kekerasan Seksual

“Saya bisa simpulkan, yang mengatasnamakan kiai, yang mengatasnamakan pesantren, kasus-kasus terakhir, siapa pun dia, sudah keluar dari keadaban pesantren. Yang saya sebut bukan kiai, bukan pesantren,” kata Cak Imin.

“Dukun Macak Kiai”

Dalam pidatonya, Cak Imin menyebut kasus-kasus tersebut dilakukan oleh oknum yang menyalahgunakan identitas tokoh agama demi meraih kepercayaan masyarakat.

“Apa yang terjadi di Pati, apa yang terjadi di Jawa Barat, bukan kiai yang sesungguhnya. Dukun macak kiai. Dukun berkedok kiai,” ujarnya.

Cak Imin menilai kasus yang melibatkan segelintir oknum tidak boleh dijadikan alasan untuk memberi stigma buruk terhadap seluruh pesantren.

Baca juga: Kemenag Karawang Dorong Konsep Pesantren Ramah Anak, Santri Putra-Putri Harus Dipisah

Ia menilai ada kecenderungan di media sosial yang mencoba menggiring opini publik dengan menggeneralisasi kasus tersebut.

“Karena saya menangkap ada gerakan di sosial media yang menggeneralisir, mencoba memanfaatkan case by case untuk menggeneralisasi dan menghancurkan kebesaran pesantren-pesantren kita,” katanya.

Ia pun menegaskan PKB akan berada di garda depan menjaga nama baik pesantren.

“PKB terdepan mengawal dan menjaga pesantren-pesantren dari upaya penghancuran secara sistematik,” tegasnya.

PKB Luncurkan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual

Sebagai langkah konkret, PKB meluncurkan Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual untuk memperkuat pencegahan dan perlindungan terhadap para santri.

“Kita tidak diam, tapi kita bergerak untuk mengatasi bersama-sama,” kata Cak Imin.

Imbau Masyarakat dan Polisi Bertindak Cepat

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved