Berita Nasional
Warga Desa di Pangandaran Mulai Resah Kenaikan Harga Dolar
Tidak seperti klaim Presiden RI Prabowo Subianto, warga desa ternyata mulai kekhawatiran pelemahan rupiah terhadap dolar
WARTAKOTALIVE.COM - Tidak seperti klaim Presiden RI Prabowo Subianto, warga desa ternyata mulai kekhawatiran pelemahan rupiah terhadap dolar yang kini sudah menembus Rp17.656.
Kekhawatiran pelemahan rupiah terhadap dolar itu dirasakan warga Sukamanah, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Jawa Barat.
Warga bernama Gugum yang juga pengusaha pabrik tahu di Desa Paledah itu khawatir dengan harga dolar yang semakin melambung tinggi setiap harinya.
Dimuat Kompas.com, fluktuasi kurs perlahan mulai terasa hingga ke dapur produksi tahu di Desa Paledah.
Dalam beberapa waktu terakhir, Gugum mengaku biaya produksi terus mengalami tekanan setelah harga kedelai naik.
Kini harga keledai naik menjadi Rp10.800 dari sebelumnya Rp9.600 per kilogram.
“Sekarang juga sebenarnya masih terasa dampaknya. Kemarin harga kedelai naik setelah perang di Timur Tengah. Dari Rp 9.600 per kilogram jadi Rp 10.800 sampai sekarang,” kata Gugum Minggu (18/5/2026).
Menurut dia, kenaikan harga kedelai membuat pengeluaran produksi meningkat cukup besar karena kebutuhan bahan baku usahanya mencapai sekitar dua ton per minggu.
Belum lagi ongkos kendaraan untuk mengambil pasokan kedelai dari luar Pangandaran.
Selain berdampak pada Gugum, kenaikan harga kedelai juga berdampak pada sejumlah orang yang ikut bergantung pada rantai distribusi tersebut.
Setiap hari, ia memproduksi sekitar 2,5 kuintal tahu yang kemudian disalurkan kepada 14 pedagang keliling untuk dijual ke pasar hingga pemukiman warga.
Kondisi itu membuat Gugum harus berhitung lebih cermat karena kenaikan kecil harga kedelai bisa berdampak besar terhadap total biaya produksi mingguan.
“Kalau kedelai naik lagi pasti berat. Mau tidak mau harus cari cara supaya tetap jalan produksinya,” kata Gugum.
Baca juga: Rupiah Naik Terus! Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Masih Aman
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menanggapi berbagai kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi nasional, termasuk isu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam sambutannya saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo menilai sebagian pihak terlalu sering menggambarkan Indonesia berada di ambang krisis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pengusaha-tahu-pangandaran.jpg)