Jumat, 15 Mei 2026

Berita Internasional

Netanyahu Disebut Diam-diam Bertemu Presiden Uni Emirat Arab MBZ

Pertemuan Netanyahu dengan MBZ itu dibocorkan sendiri oleh Israel di akun X resmi Perdana Menteri Israel pada Kamis (14/5/2026)

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Tasnim News
APAKAH NETANYAHU MENINGGAL - Ketidakmunculan PM Israel Netanyahu ke hadapan publik selama sekitar sepakat menimbulkan sejumlah spekulasi di masyarakat. Spekulasi ini mencapai puncaknya setelah aktivis media sosial ternama, Jackson Hinkle, secara terbuka melayangkan pertanyaan provokatif kepada putra sang Perdana Menteri, Yair Netanyahu. 

WARTAKOTALIVE.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku telah diam-diam bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ). 

Pertemuan Netanyahu dengan MBZ itu dibocorkan sendiri oleh Israel di akun X resmi Perdana Menteri Israel pada Kamis (14/5/2026). 

Pertemuan itu berlangsung di tengah operasi Roaring Lion. 

"Pernyataan Kantor Perdana Menteri: 

Di tengah Operasi Roaring Lion, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara diam-diam mengunjungi Uni Emirat Arab, di mana ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed," tulis PM Netanyahu. 

Namun demikian informasi pertemuan tersebut dibantah oleh pihak UEA. 

Baca juga: Saat Donald Trump Puji Xi Jinping Setengah-setengah di Beijing

Di keterangan resminya Kementerian Luar Negeri UEA membantah laporan mengenai kunjungan Perdana Menteri Israel atau penerimaan delegasi militer Israel. 

Uni Emirat Arab membantah informasi yang beredar mengenai kunjungan Perdana Menteri Israel ke negara tersebut, maupun adanya penerimaan delegasi militer Israel di wilayahnya. 

Pemerintah UEA menegaskan bahwa hubungan dengan merupakan hubungan yang diumumkan secara terbuka, yang terjalin dalam kerangka yang diketahui dan dipublikasikan secara resmi.  

Hubungan tersebut tidak didasarkan pada kunjungan rahasia ataupun pengaturan tersembunyi.
Oleh karena itu, setiap klaim mengenai kunjungan atau pengaturan yang tidak diumumkan tidak memiliki dasar kebenaran, selama tidak berasal dari pernyataan resmi dari otoritas yang berwenang di . 

UEA juga mengimbau media untuk menjunjung tinggi akurasi dan tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi atau menggunakannya untuk membentuk persepsi politik.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved