Selasa, 12 Mei 2026

Perang AS vs Iran

Trump Ancam Perluas Operasi AS di Iran Usai Tolak Proposal Damai Teheran

Trump Ancam Perluas Operasi AS di Iran Usai Tolak Proposal Damai Teheran

Tayang:
YouTube The White House
TRUMP ANCAM PERLUAS - Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan memperluas operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah dengan mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali 'Project Freedom', sebuah operasi militer yang sebelumnya difokuskan pada pengawalan kapal-kapal di Selat Hormuz, usai menolak proposal damai Iran. Trump memberi sinyal bahwa operasi tersebut tidak lagi terbatas pada jalur pelayaran strategis dunia namun bisa meluas melampaui pengawalan kapal di Selat Hormuz. 

WARTAKOTALIVE.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase paling berbahaya setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan memperluas operasi militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (11/5/2026), Trump mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali 'Project Freedom', sebuah operasi militer yang sebelumnya difokuskan pada pengawalan kapal-kapal di Selat Hormuz.

Namun kali ini, Trump memberi sinyal bahwa operasi tersebut tidak lagi terbatas pada jalur pelayaran strategis dunia itu.

Baca juga: Trump Tolak Proposal Damai Iran yang Tuntut Ganti Rugi Rp 4.000 Triliun, Timur Tengah Makin Memanas

“Operasi itu bisa meluas melampaui pengawalan kapal di Selat Hormuz,” kata Trump.

Meski belum mengambil keputusan final, pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran internasional bahwa konflik terbuka antara Washington dan Teheran dapat pecah sewaktu-waktu.

Trump juga mengungkapkan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran kini berada dalam kondisi kritis.

Pernyataan itu muncul setelah Gedung Putih menerima proposal terbaru dari Iran terkait upaya penghentian konflik dan negosiasi nuklir.

Namun, Trump secara terang-terangan menyebut dokumen yang dikirim Teheran sebagai “dokumen sampah”.

“Mereka berpikir saya akan lelah dengan ini, atau saya akan bosan, atau saya akan merasa tertekan. Tetapi tidak ada tekanan sama sekali. Kita akan meraih kemenangan penuh,” tegas Trump dari Ruang Oval.

Nada keras Trump memperlihatkan bahwa jalur diplomasi antara kedua negara kini berada di titik paling rapuh.

Trump Kecewa pada Kurdi

Dalam wawancara yang sama, Trump juga membuat pernyataan kontroversial dengan menyinggung kelompok Kurdi.

Menurut Trump, rakyat Iran sebenarnya ingin melawan rezim mereka sendiri, tetapi tidak memiliki senjata untuk melakukan pemberontakan.

Ia mengaku sebelumnya berharap kelompok Kurdi akan membantu memasok senjata kepada kelompok oposisi di Iran.

Baca juga: Donald Trump Diduga Kena Gangguan Mental Sindrom Lobus Frontal, Apa Itu?

“Kami mengira Kurdi akan memberi mereka senjata, tetapi Kurdi mengecewakan kami. Kurdi hanya mengambil, mengambil, dan mengambil,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved