Minggu, 10 Mei 2026

Univeritas Indonesia

Naikkan Peringkat, UI Perkuat Internasionalisasi Riset Melalui Program Global Reach

Universitas Indonesia Komitmen Perkuat Internasionalisasi Riset Melalui Program Global Reach.

Tayang:
Editor: Dodi Hasanuddin
Dok Humas UI
KOLABORASI - Rektor UI, Prof Heri Hermansyah menandatangani kerja sama Program Global Reach bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Penandatanganan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Gedung Rektorat Kampus UI Depok, Kamis (7/5/2026).  

Dr. Ayom menjelaskan, konsep Global Reach menempatkan UI sebagai pionir yang menggendong kampus-kampus lain di dalam negeri agar bisa maju bersama.

Suntikan dana abadi penelitian yang kami berikan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan mempercepat akselerasi UI menuju peringkat 100 dunia.

Baca juga: Guru Besar UI Dorong Baterai Ramah Lingkungan, Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Direktur Perencanaan dan Kinerja UI, Prof. Yuni Krisyuningsih, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa dana Rp100 miliar dari LPDP akan dikelola selama 18 bulan dengan sistem audit berkala untuk memastikan akuntabilitas. 

Sekitar 70 persen dari total dana tersebut difokuskan pada kegiatan penelitian yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan peneliti asing, dengan target menghasilkan publikasi internasional bereputasi tinggi.

Sementara itu, porsi sisanya diarahkan untuk pengembangan talenta akademik melalui program sabbatical, visiting professor, serta kolaborasi dengan universitas mitra internasional.

Skema pendanaan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat atmosfer riset UI, tetapi juga untuk memastikan hasil penelitian berkontribusi pada reputasi global kampus dan mendukung positioning UI dalam peta persaingan universitas dunia.

Baca juga: Pejuang Jaket Kuning Merapat, UI Open Days 2026 Kembali Hadir untuk Mengenal Dunia Kampus

Sebagai tambahan informasi, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam hal daya saing global.

Dalam IMD World Competitiveness Ranking 2025, Indonesia turun dari peringkat 34 menjadi 47, terutama akibat lemahnya kapasitas inovasi, kualitas infrastruktur, dan efisiensi birokrasi.

Kurangnya Kuantitas Input Riset

Sementara itu, dalam Global Innovation Index (GII), Indonesia juga mengalami penurunan dari peringkat 54 pada tahun 2024 menjadi 55 pada tahun 2025, mencerminkan masih kurangnya kuantitas input riset meski output publikasi dan paten meningkat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa riset dan publikasi internasional belum sepenuhnya menjadi motor penggerak daya saing nasional.

Melalui Global Reach, UI berkomitmen memperkuat rekognisi riset, inovasi, dan publikasi di mata dunia dengan mengimplementasikan skema knowledge to impact pipeline, sebuah mekanisme yang memastikan hasil penelitian tidak berhenti pada tahap publikasi, tetapi berlanjut menjadi solusi nyata yang berdampak pada masyarakat, industri, dan kebijakan publik.

Baca juga: UI Hadirkan Teknologi XPS untuk Perkuat Kapasitas Riset Material

Dengan demikian, Global Reach bukan hanya mendukung internasionalisasi riset UI, tetapi juga menjadi katalis peningkatan daya saing Indonesia di panggung global.

Program Global Reach sendiri merupakan bagian dari Program Semesta Kemdiktisaintek, yang berfokus memperluas jangkauan internasional riset dan publikasi Indonesia.

Dengan dukungan ini, UI tidak hanya memperkuat atmosfer riset internasional di kampus, tetapi juga menegaskan perannya sebagai katalis peningkatan peringkat Indonesia dalam World University Rankings.

Penandatanganan perjanjian ini menegaskan kesiapan UI untuk maju sebagai kampus unggul dan kolaboratif, menghadirkan solusi atas tantangan global melalui riset, pendidikan, dan inovasi yang berdampak nyata, sekaligus mempercepat langkah dari ranking 189 menuju 100 besar universitas dunia. 

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved