Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Jakarta

Sering Banjir, Warga Kebon Pala Minta Normalisasi Kali Ciliwung Dipercepat

Warga Kebon Pala minta normalisasi Kali Ciliwung dipercepat. Banjir disebut hampir terjadi setiap har

Tayang:
Warta Kota/Miftahul Munir
BANJIR JAKARTA - Warga RT 13/04 Kelurahan Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing meski banjir melanda sejak Senin (4/5/2026). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Warga RT 13/04 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, meminta Pemprov DKI Jakarta segera melakukan normalisasi Kali Ciliwung untuk mengatasi banjir yang kerap melanda permukiman mereka.

Tujuannya supaya pemukiman di sana tidak lagi dilanda banjir dan menyusahkan pemilik rumah.

Ketua RT 13, Sanusi menerangkan, beberapa bulan lalu sempat ada pendataan dari Pemprov DKI terkait dengan pengerjaan normalisasi.

"Nanti ada normalisasi sekaligus pembebasan lahan, ada yang kena gusur juga," kata Sanusi, Rabu (6/5/2026).

Menurut Sanusi, terkait relokasi belum ada pembahasan lebih lanjut dari Pemprov DKI, warganya bakal dipindahkan ke mana.

Baca juga: Banjir Kembangan Surut, Aksi Cepat Wali Kota Jakbar Tuai Pujian

Ia memastikan warga setuju dan mendukung upaya normalisasi serta penggusuran selama ganti ruginya sesuai.

"Karena di sini banjir terus hampir setiap hari kan. Sejauh ini enggak ada (penolakan dan setuju di relokasi)," tegasnya.

Sebelumnya, Warga di RT 13/04 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur kembali dilanda banjir hingga 160 sentimeter.

Banjir di sana merupakan air kiriman dari Bogor, ditambah hujan deras sejak Senin (4/5/2026) sore.

Ketua RT 13, Sanusi menerangkan, pemukimannya sudah biasa mengalami banjir terutama ketika pintu air di Depok, Jawa Barat mengalami siaga dua.

"Kalau sekarang sudah mulai surut, paling satu meteran ini," ujarnya saat dihubungi Warta Kota, Selasa (5/5/2026). 

Bertahan di dalam rumah 

Warga di RT 13/04 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur kembali dilanda banjir hingga 160 sentimeter.

Banjir di sana merupakan air kiriman dari Bogor, ditambah hujan deras sejak Senin (4/5/2026) sore.

Ketua RT 13, Sanusi menerangkan, pemukimannya sudah biasa mengalami banjir terutama ketika pintu air di Depok, Jawa Barat mengalami siaga dua.

"Kalau sekarang sudah mulai surut, paling satu meteran ini," ujarnya saat dihubungi Warta Kota, Selasa (5/5/2026).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved