Ibadah Haji
Waspada Heatstroke di Makkah, Jemaah Haji Diminta Kenali Gejalanya
Jemaah haji diimbau mewaspadai heatstroke akibat cuaca panas di Makkah. Kenali gejala dari kram hingga pingsan serta cara pencegahannya.
Ringkasan Berita:
- Jemaah haji diminta mewaspadai heatstroke, kondisi berbahaya saat suhu tubuh mencapai 40°C atau lebih akibat cuaca panas ekstrem di Makkah.
- Heatstroke terjadi bertahap, mulai dari kram otot (heat cramp), kelelahan berat (heat exhaustion), hingga bisa menyebabkan gagal organ jika tidak ditangani.
- Pencegahan penting dilakukan dengan cukup minum, tidak memaksakan aktivitas, istirahat cukup, serta menggunakan pakaian ringan dan pelindung dari panas.
Laporan Wartawan Tribunnews, Sri Julianti dari Makkah
WARTAKOTALIVE.COM - Jemaah haji diimbau memahami tanda-tanda heatstroke atau serangan panas agar dapat mencegah kondisi yang lebih serius saat beribadah di tengah suhu tinggi di Makkah, Arab Saudi.
Heatstroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih, yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan, Pembinaan, Perlindungan Jemaah Haji (PKPPJH) serta Lansia dan Disabilitas Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr Ridwan Siswanto, menjelaskan bahwa heatstroke tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui beberapa tahapan.
“Pertama heat cramp, kemudian heat exhaustion, lalu heatstroke,” ujar Ridwan kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Cuaca Makkah Tembus 43 Derajat, Jemaah Haji Diimbau Waspada Panas Ekstrem
Pada tahap awal atau heat cramp, jemaah akan merasakan kram otot, tubuh kaku, pegal, dan lemas.
Jika kondisi ini diabaikan dan jemaah tetap memaksakan aktivitas, maka dapat berkembang menjadi heat exhaustion. Pada tahap ini, gejala yang muncul antara lain lemas berat, pusing hebat, hingga pingsan akibat dehidrasi.
Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berlanjut menjadi heatstroke yang merupakan tahap paling berbahaya.
“Kalau sudah sampai heatstroke, bisa terjadi kegagalan multi organ seperti gangguan fungsi ginjal dan jantung,” jelasnya.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami perubahan perilaku seperti kebingungan, disorientasi, bicara tidak jelas, hingga agitasi.
Karena itu, jemaah haji diminta segera beristirahat jika mulai merasakan gejala awal seperti pegal berlebihan, pusing, atau pandangan berkunang-kunang.
Jika kondisi sudah memburuk seperti pingsan atau kehilangan kesadaran, jemaah harus menghentikan aktivitas dan mendapatkan penanganan segera.
Baca juga: Jemaah Haji Wafat Bertambah Jadi 7 Orang, 39 Masih Dirawat di Arab Saudi
Selain mengenali gejala, pencegahan juga menjadi hal penting. Jemaah diimbau tidak memaksakan ibadah hingga kelelahan, serta menjaga waktu istirahat agar tidak kurang tidur.
Faktor lain seperti kelelahan, obesitas, serta kondisi sakit seperti demam atau infeksi paru juga dapat meningkatkan risiko heatstroke.
| Cuaca Makkah Tembus 43 Derajat, Jemaah Haji Diimbau Waspada Panas Ekstrem |
|
|---|
| Jemaah Haji Wafat Bertambah Jadi 7 Orang, 39 Masih Dirawat di Arab Saudi |
|
|---|
| Jadi Lokasi Pelepasan Jemaah Haji, Bupati Aep Bakal Benahi Islamic Center Karawang |
|
|---|
| 1.783 Jemaah Haji Karawang Berangkat 2026, Kloter Perdana Dijadwalkan 24 April |
|
|---|
| Apresiasi DPR Pelaksanaan Haji Lebih Baik, 60 Persen Jemaah Mudah Dilayani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jemaah-haji-waspadai-heatstroke206.jpg)