Jumat, 8 Mei 2026

Berita Karawang

Pemkab Karawang Anggarkan Rp 6,5 Miliar untuk Tangani Stunting

Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi
DOK. Humas Pemkot Banjarmasin Via Kompas.com
Foto Ilustrasi: stunting pada anak. Pemkab Karawang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus berupaya menekan angka stunting dari 17 persen menjadi 9 persen 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Karawang alokasikan Rp6,5 miliar/tahun untuk PMT guna tekan stunting dari 17 persen ke 9 persen
  • Bupati Aep dorong kolaborasi lintas sektor, camat dan puskesmas diminta aktif
  • Intervensi gizi diperkuat dengan tambahan telur, kebutuhan diperkirakan 250 kg/hari.
  • Program pusat seperti MBG dioptimalkan, fokus perbaikan gizi demi percepatan penurunan stunting

 


Laporan Muhammad Azzam


WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG-----Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengalokasikan anggaran Rp 6,5 miliar  per tahun untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak terdampak stunting.

Pemkab Karawang terus berupaya menekan angka stunting dari 17 persen menjadi 9 persen.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penanganan stunting.

Ia meminta seluruh camat dan puskesmas terlibat aktif agar penanganan berjalan efektif.

“Kalau kita kerja sama-sama, saya pikir persoalan ini bisa cepat selesai. Tidak hanya camat, puskesmas juga harus terlibat aktif,” ujar Aep pada Minggu (3/5/2026)

Ia menyebut, Pemkab Karawang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,5 miliar untuk PMT.

Namun, menurutnya, program tersebut masih perlu diperkuat, khususnya melalui penambahan asupan telur sebagai sumber protein.

“Sekarang PMT-nya sudah banyak, tapi telurnya belum ada. Saya ingin dikolaborasikan, karena telur ini sangat baik untuk perbaikan gizi,” katanya.

Aep menilai telur memiliki efektivitas tinggi dalam memperbaiki gizi anak. Ia bahkan mengaku pengalaman sebelumnya menunjukkan intervensi melalui pemberian telur mampu mempercepat penurunan stunting.

Ia memperkirakan kebutuhan telur untuk intervensi stunting di Karawang mencapai sekitar 250 kilogram per hari.

Meski demikian, ia optimistis kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui kerja sama lintas sektor.

Selain itu, Pemkab Karawang juga akan mengoptimalkan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Program pusat ini harus dimanfaatkan. Sayang kalau tidak dimaksimalkan, karena ini bisa membantu percepatan penanganan stunting,” tegasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved