Perang AS Vs Iran
Trump Tolak Proposal Damai Iran, Ancam Serangan Total: Mereka Minta Hal yang Tak Bisa Saya Setujui!
Trump Tolak Proposal Damai Iran, Ancam Serangan Lagi: Mereka Minta Hal yang Tak Bisa Saya Setujui!
Ringkasan Berita:
- Presiden Donald Trump menolak proposal damai terbaru Iran karena mengandung poin-poin yang tidak dapat disetujui oleh Amerika Serikat.
- Trump mengancam akan menghancurkan kekuatan Iran jika jalur negosiasi gagal, meskipun gencatan senjata sementara masih berlaku sejak 8 April.
- Negosiasi tetap mandek karena kedua pihak berupaya menjaga harga diri, sementara Selat Hormuz yang krusial bagi energi dunia masih terganggu akibat konflik.
WARTAKOTALIVE.COM – Harapan publik dunia untuk melihat berakhirnya krisis energi global dan ketegangan di Timur Tengah kembali menemui jalan buntu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan oleh Iran melalui mediator Pakistan.
Meski gencatan senjata telah berlangsung sejak 8 April, bayang-bayang kembalinya perang besar kini kembali menguat.
Baca juga: Obrolan Gedung Putih: Trump Blak-blakan Soal Borok Harry-Meghan, Sebut William Calon Raja Hebat
Trump: Kesepakatan atau Kehancuran total
Berbicara kepada awak media di Gedung Putih sebelum keberangkatannya pada Jumat (1/5/2026), Trump menegaskan bahwa persyaratan yang diajukan Teheran tidak masuk akal bagi Washington.
Dengan gaya bicaranya yang tajam, ia memberikan peringatan keras jika jalur diplomasi ini menemui kegagalan total.
"Mereka meminta hal-hal yang tidak bisa saya setujui," ujar Trump dengan nada tegas, seperti dilansir www.aljazeera.com.
Ia menambahkan bahwa meski dirinya lebih memilih kesepakatan untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut, ia tidak akan ragu untuk menghancurkan kekuatan lawan jika negosiasi tetap menemui jalan buntu.
"Saya akan menghancurkan mereka (blast them away) jika negosiasi gagal," ancamnya.
Negosiasi Mandek dan Jalur Vital yang Terkunci
Upaya perdamaian yang dimediasi di Islamabad sebelumnya telah berlangsung selama 21 jam namun gagal menghasilkan kerangka kerja dasar.
Dunia internasional saat ini sangat menantikan dibukanya kembali Selat Hormuz—jalur nadi bagi 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia—yang lumpuh akibat konflik ini.
Baca juga: Donald Trump Akan Segera Merilis Berkas Temuan UFO oleh NASA
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran tetap terbuka pada diplomasi.
Namun, ia menuntut Washington untuk mengubah retorika yang bersifat mengancam dan pendekatan ekspansionisnya.
Iran juga memperingatkan bahwa mereka siap melanjutkan perang dan menyerang kepentingan AS serta infrastruktur energi jika tuntutan mereka diabaikan.
Perang AS vs Iran
dampak perang AS vs Iran
Perang Iran
Trump tolak Proposal Iran
proposal damai Iran
| Iran Ajukan Proposal Baru ke Meja Trump via Pakistan di Tengah Misteri Kondisi Mojtaba Khamenei |
|
|---|
| Ternyata Nyawa 44 Pelaut Iran Melayang di Tengah Blokade Hormuz dan Hujan Bom AS-Israel |
|
|---|
| Ayatollah Mojtaba Khamenei Tegaskan Nuklir dan Rudal Harga Mati bagi Iran, Rakyat Akan Pertahankan |
|
|---|
| Ayatollah Mojtaba Khamenei Tetapkan Aturan Hukum Baru di Selat Hormuz, Lawan AS-Israel |
|
|---|
| Cina Tegaskan Pasang Badan untuk Kedaulatan dan Martabat Nasional Iran dari Agresi AS-Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/TRUMP-ULTIMATUM-IRAN.jpg)