Kamis, 7 Mei 2026

Berita Nasional

Kejar 100 Gigawatt Energi Surya, Transformasi Listrik Nasional Dipercepat dari Jakarta

Kejar 100 Gigawatt Energi Surya, Transformasi Listrik Nasional Dipercepat dari Jakarta oleh PLN Indonesia Power

Tayang:
Istimewa
INDUSTRI PANEL SURYA - Kolaborasi PLN Indonesia Power dan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) memperkuat industri panel surya nasional melalui manufaktur terintegrasi berstandar global, guna mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ambisi pemerintah mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan mulai direspons serius oleh pelaku industri energi.

PLN Indonesia Power mempertegas langkahnya dengan tampil aktif dalam ajang Solartech Indonesia 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 22-24 April 2026.

Pameran yang digelar GEM Indonesia ini menjadi salah satu forum energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus wadah mempertemukan pelaku industri, regulator, dan investor dalam mendorong percepatan transisi energi.

Baca juga: PLN Indonesia Power Didorong Konsisten Jaga Standar Lingkungan, Raih 7 Penghargaan

Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menilai ajang ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor kelistrikan nasional.

“Pameran internasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan mendukung industri kelistrikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, mulai dari pemerintah hingga asosiasi industri, di antaranya Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, serta Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta.

Bernadus menegaskan, partisipasi perusahaan dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air.

Baca juga: Listrik Aman, Berkah Mengalir: PLN Indonesia Power Gelar Siaga dan Safari Ramadan 1447 H

Partisipasi PLN Indonesia Power dalam event ini menjadi bukti nyata komitmen korporasi dalam mendukung ekosistem transisi energi.

“Melalui anak usaha PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services, kami berkomitmen menghadirkan energi bersih serta mendukung pencapaian RUPTL melalui pengembangan infrastruktur dan PLTS di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, pemerintah juga tengah mempercepat penyusunan arah energi nasional yang lebih berkelanjutan. 

Sahid Junaidi menyampaikan bahwa Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru diselaraskan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060, dengan energi surya sebagai tulang punggung.

“Pemerintah juga mendorong percepatan pemanfaatan energi surya. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan (2026-2028) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional,” tuturnya.

“Kami berharap dukungan seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada energi bersih di Indonesia,” lanjutnya.

Baca juga: PLN Indonesia Power Tetapkan Arah Strategis 2026, Dorong Transformasi Hijau Berkelanjutan

Dalam pameran tersebut, PLN Indonesia Power menampilkan berbagai inovasi melalui anak usahanya, termasuk sektor panas bumi dan energi surya.

Tak hanya itu, perusahaan juga melibatkan pelaku usaha kecil melalui kehadiran Bareto Coffee, mitra binaan PLN UBP Saguling, sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

Langkah ini menegaskan posisi PLN Indonesia Power sebagai salah satu motor utama transformasi energi nasional.

Di tengah target ambisius pemerintah, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mempercepat peralihan menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved