Berita Nasional
Kejar 100 Gigawatt Energi Surya, Transformasi Listrik Nasional Dipercepat dari Jakarta
Kejar 100 Gigawatt Energi Surya, Transformasi Listrik Nasional Dipercepat dari Jakarta oleh PLN Indonesia Power
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ambisi pemerintah mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan mulai direspons serius oleh pelaku industri energi.
PLN Indonesia Power mempertegas langkahnya dengan tampil aktif dalam ajang Solartech Indonesia 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 22-24 April 2026.
Pameran yang digelar GEM Indonesia ini menjadi salah satu forum energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara, sekaligus wadah mempertemukan pelaku industri, regulator, dan investor dalam mendorong percepatan transisi energi.
Baca juga: PLN Indonesia Power Didorong Konsisten Jaga Standar Lingkungan, Raih 7 Penghargaan
Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menilai ajang ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sektor kelistrikan nasional.
“Pameran internasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan mendukung industri kelistrikan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, mulai dari pemerintah hingga asosiasi industri, di antaranya Sekretaris Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, serta Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta.
Bernadus menegaskan, partisipasi perusahaan dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen mempercepat pengembangan energi bersih di Tanah Air.
Baca juga: Listrik Aman, Berkah Mengalir: PLN Indonesia Power Gelar Siaga dan Safari Ramadan 1447 H
Partisipasi PLN Indonesia Power dalam event ini menjadi bukti nyata komitmen korporasi dalam mendukung ekosistem transisi energi.
“Melalui anak usaha PLN Indonesia Geothermal, Trina Mas Agra Indonesia, dan PLN Indonesia Power Services, kami berkomitmen menghadirkan energi bersih serta mendukung pencapaian RUPTL melalui pengembangan infrastruktur dan PLTS di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dari sisi kebijakan, pemerintah juga tengah mempercepat penyusunan arah energi nasional yang lebih berkelanjutan.
Sahid Junaidi menyampaikan bahwa Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru diselaraskan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060, dengan energi surya sebagai tulang punggung.
“Pemerintah juga mendorong percepatan pemanfaatan energi surya. Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 Gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan (2026-2028) guna mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional,” tuturnya.
“Kami berharap dukungan seluruh pihak untuk mewujudkan swasembada energi bersih di Indonesia,” lanjutnya.
Baca juga: PLN Indonesia Power Tetapkan Arah Strategis 2026, Dorong Transformasi Hijau Berkelanjutan
Dalam pameran tersebut, PLN Indonesia Power menampilkan berbagai inovasi melalui anak usahanya, termasuk sektor panas bumi dan energi surya.
Tak hanya itu, perusahaan juga melibatkan pelaku usaha kecil melalui kehadiran Bareto Coffee, mitra binaan PLN UBP Saguling, sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Langkah ini menegaskan posisi PLN Indonesia Power sebagai salah satu motor utama transformasi energi nasional.
Di tengah target ambisius pemerintah, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mempercepat peralihan menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
| Panas! Idrus Marham Sentil Keras Jusuf Kalla soal Klaim Orbitkan Jokowi: Biar Sejarah yang Menilai |
|
|---|
| Reaksi Keras Malaysia dan Singapura Atas Ide Purbaya yang Mau Kenakan Tarif Selat Malaka |
|
|---|
| Jaga Ketahanan Pangan, Mentan Tegaskan Larangan Alih Fungsi Lahan Pertanian |
|
|---|
| Krisis Air Terjawab, Ratusan Warga dan Santri Bekasi Kini Dapat Akses Air Layak Minum |
|
|---|
| Anak Muda Buat AI Pemantau Anggaran Nyeleneh, Ada Pengadaan Webseries DPR RI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Panel-Listrik-SURYA-2.jpg)