Selasa, 5 Mei 2026

Berita Jakarta

Sejumlah Wilayah Jaksel dan Jaktim Rawan Longsor, Warga Diminta Waspada

Pembangunan turap permanen akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Ramadhan L Q
RAWAN LONGSOR - Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Ruang Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah memetakan sejumlah wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai upaya mitigasi bencana ketika musim hujan. (Dok: Ramadhan L Q, 
Ringkasan Berita:
  • BPBD DKI Jakarta memetakan wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Timur jelang musim hujan.
  • Pemetaan dilakukan lewat susur sungai Ciliwung dan koordinasi dengan kelurahan serta instansi terkait.
  • Titik rawan di antaranya Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran, Pasar Minggu, Kramatjati, dan Pasar Rebo.
  • Mitigasi dilakukan dengan penahan tanah sementara dan rencana turap permanen melalui Musrenbang.

 

Ringkasan Berita:
  • BPBD DKI Jakarta memetakan wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Timur jelang musim hujan.
  • Pemetaan dilakukan lewat susur sungai Ciliwung dan koordinasi dengan kelurahan serta instansi terkait.
  • Titik rawan di antaranya Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran, Pasar Minggu, Kramatjati, dan Pasar Rebo.
  • Mitigasi dilakukan dengan penahan tanah sementara dan rencana turap permanen melalui Musrenbang.

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 


WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah memetakan sejumlah wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai upaya mitigasi bencana ketika musim hujan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan pemetaan dilakukan melalui kegiatan susur sungai, khususnya di Ciliwung, untuk mengidentifikasi titik-titik rawan longsor serta memperkuat koordinasi dengan pihak kelurahan.

“Lurah memiliki peran sebagai manajer bencana di wilayahnya dan dapat langsung berkoordinasi dengan SKPD maupun UKPD untuk respons cepat saat terjadi bencana,” ujar Yohan, dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Ruang Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

BPBD DKI juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam penanganan teknis, seperti pemasangan penahan tanah sementara dengan menggunakan kayu dolken di lokasi rawan. 

Sementara itu, pembangunan turap permanen akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dengan melibatkan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.

Baca juga: Longsor Makan Korban, Pansus DPRD DKI Jakarta Geruduk TPST Bantargebang

Berdasarkan prakiraan potensi gerakan tanah April 2026, sejumlah wilayah di Jakarta masuk kategori zona menengah, antara lain Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Sedangkan di Jakarta Timur berada di Kecamatan Kramatjati dan Kecamatan Pasar Rebo. 

Gerakan tanah pada zona menengah berpotensi terjadi apabila curah hujan berada di atas normal, terutama di area sekitar lembah sungai, tebing, atau lereng yang mengalami gangguan.

“Antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan,” tutur Yohan. (m31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved