Berita Jakarta
Sejumlah Wilayah Jaksel dan Jaktim Rawan Longsor, Warga Diminta Waspada
Pembangunan turap permanen akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- BPBD DKI Jakarta memetakan wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Timur jelang musim hujan.
- Pemetaan dilakukan lewat susur sungai Ciliwung dan koordinasi dengan kelurahan serta instansi terkait.
- Titik rawan di antaranya Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran, Pasar Minggu, Kramatjati, dan Pasar Rebo.
- Mitigasi dilakukan dengan penahan tanah sementara dan rencana turap permanen melalui Musrenbang.
Ringkasan Berita:
- BPBD DKI Jakarta memetakan wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Timur jelang musim hujan.
- Pemetaan dilakukan lewat susur sungai Ciliwung dan koordinasi dengan kelurahan serta instansi terkait.
- Titik rawan di antaranya Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran, Pasar Minggu, Kramatjati, dan Pasar Rebo.
- Mitigasi dilakukan dengan penahan tanah sementara dan rencana turap permanen melalui Musrenbang.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah memetakan sejumlah wilayah rawan longsor di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai upaya mitigasi bencana ketika musim hujan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan pemetaan dilakukan melalui kegiatan susur sungai, khususnya di Ciliwung, untuk mengidentifikasi titik-titik rawan longsor serta memperkuat koordinasi dengan pihak kelurahan.
“Lurah memiliki peran sebagai manajer bencana di wilayahnya dan dapat langsung berkoordinasi dengan SKPD maupun UKPD untuk respons cepat saat terjadi bencana,” ujar Yohan, dalam acara Berdiskusi Kota dan Wartawan (Berkawan) di Ruang Gelatik I, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
BPBD DKI juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam penanganan teknis, seperti pemasangan penahan tanah sementara dengan menggunakan kayu dolken di lokasi rawan.
Sementara itu, pembangunan turap permanen akan diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dengan melibatkan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane.
Baca juga: Longsor Makan Korban, Pansus DPRD DKI Jakarta Geruduk TPST Bantargebang
Berdasarkan prakiraan potensi gerakan tanah April 2026, sejumlah wilayah di Jakarta masuk kategori zona menengah, antara lain Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
Sedangkan di Jakarta Timur berada di Kecamatan Kramatjati dan Kecamatan Pasar Rebo.
Gerakan tanah pada zona menengah berpotensi terjadi apabila curah hujan berada di atas normal, terutama di area sekitar lembah sungai, tebing, atau lereng yang mengalami gangguan.
“Antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak bencana dapat diminimalkan,” tutur Yohan. (m31)
| Jalan Tembus Pasar Minggu Jaksel Belum Rampung sejak 2014, Proyek Berjalan di Tempat |
|
|---|
| Strategi Pemkot Jaksel Antisipasi Pancaroba dan Ancaman El Nino |
|
|---|
| Pelaku Ganjal ATM Pakai Uang Hasil Kejahatan untuk Bayar Pinjol |
|
|---|
| XPORIA 2026, Strategi Bank Jakarta Bangun Ekosistem Ekonomi |
|
|---|
| Warga Bantaran Rel Senen Bertahan di Tengah Keterbatasan, Menanti Kepastian Relokasi dari Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/BPBD-jelaskan-soal-potensi-longsor.jpg)