Kamis, 23 April 2026

Berita Internasional

Kapal Iran Disita AS, China Tegaskan Tidak Terlibat

Kapal berbendera Iran itu disebut-sebut membawa “hadiah dari China” yang menurutnya “tidak terlalu menyenangkan”

Editor: Joanita Ary
Farsnews.ir
CHINA BANTAH AS -- Ketegangan geopolitik kembali terasa setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal penyitaan sebuah kapal di Teluk Oman. Kapal berbendera Iran itu disebut-sebut membawa “hadiah dari China” yang menurutnya “tidak terlalu menyenangkan”. Pernyataan ini pun langsung memicu perhatian dan spekulasi luas. 

WARTAKOTALIVECOM — Ketegangan geopolitik kembali terasa setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal penyitaan sebuah kapal di Teluk Oman.

Kapal berbendera Iran itu disebut-sebut membawa “hadiah dari China” yang menurutnya “tidak terlalu menyenangkan”.

Pernyataan ini pun langsung memicu perhatian dan spekulasi luas.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah China bergerak cepat memberikan klarifikasi.

Lewat juru bicara Kementerian Luar Negeri, Guo Jiakun, Beijing menegaskan bahwa kapal itu tidak ada kaitannya dengan pemerintah China.

Guo menjelaskan, kapal yang dimaksud hanyalah kapal kontainer asing yang beroperasi secara komersial.

Ia juga menilai berbagai spekulasi yang mengaitkan China dengan pengiriman tersebut sebagai tidak berdasar dan cenderung memperkeruh suasana.

Sebelumnya, Trump menyampaikan klaim bahwa kapal yang disita pasukan AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026) merupakan bagian dari dukungan China kepada Iran.

Namun, ia tidak merinci isi muatan kapal tersebut.

Pernyataan itu pun segera menjadi sorotan, mengingat sensitifnya hubungan antara Amerika Serikat, China, dan Iran saat ini.

Insiden penyitaan kapal sendiri terjadi di jalur pelayaran strategis dunia.

Teluk Oman dikenal sebagai salah satu titik penting dalam distribusi energi global, sehingga setiap ketegangan di kawasan ini berpotensi berdampak luas.

Sejumlah pengamat menilai perbedaan pernyataan antara Amerika Serikat dan China mencerminkan rivalitas yang semakin kuat di tingkat global.

Klaim tanpa bukti yang jelas berisiko memperuncing ketegangan, apalagi jika melibatkan Iran yang selama ini kerap berada dalam pusaran konflik dengan negara-negara Barat.

Di sisi lain, bantahan tegas dari China juga menunjukkan kehati-hatian Beijing agar tidak terseret lebih jauh dalam konflik terbuka.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved