Jumat, 8 Mei 2026

Perang AS Vs Iran

Sekitar 2 Juta Pekerja di Iran Kena PHK Massal Akibat Perang dengan AS-Israel

Sekitar 2 Juta Pekerja di Iran Kena PHK Massal Akibat Perang dengan AS-Israel, ini menjadi tanda ekonomi Iran bisa hancur

Tayang:
Al Jazeera English
KEHANCURAN DI IRAN - Kehancuran bangunan di Iran yang hancur akibat dampak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Dalam delapan minggu terakhir, sekitar dua juta pekerja di Iran dilaporkan kehilangan pekerjaan atau terkena PHK massal, menandai krisis ketenagakerjaan terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menurut Wakil Menteri Tenaga Kerja Iran, Gholamhossein Mohammadi sembari mengungkapkan bahwa hampir seluruh sektor industri terdampak gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Ringkasan Berita:
  • Perang melawan AS dan Israel memicu kehancuran ekonomi Iran dengan 2 juta orang kehilangan pekerjaan hanya dalam delapan minggu pasca-konflik pecah.
  • Blokade Selat Hormuz dan serangan udara ke sektor industri strategis membuat Iran merugi hingga US$400 juta per hari dengan estimasi biaya rekonstruksi mencapai US$270 miliar.
  • Presiden Masoud Pezeshkian mendesak penghentian konflik demi mencegah kemiskinan permanen, sementara AS memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu untuk negosiasi.

WARTAKOTALIVE.COM -- Dampak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kian terasa di sektor ekonomi.

Dalam delapan minggu terakhir, sekitar dua juta pekerja di Iran dilaporkan kehilangan pekerjaan atau terkena PHK massal, menandai krisis ketenagakerjaan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Wakil Menteri Tenaga Kerja Iran, Gholamhossein Mohammadi, mengungkapkan bahwa hampir seluruh sektor industri terdampak gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga: Iran Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Diplomasi AS–Iran Makin Sulit, Harga Minyak Dunia Meledak

"Dari manufaktur hingga sektor digital, perusahaan terpaksa menyeimbangkan angkatan kerja di tengah tekanan perang," katanya dilansir dari laman www.news.com.au, Rabu (23/4/2026).

Di jalanan Teheran, dampak itu terasa nyata.

Lalu lintas yang biasanya padat kini lengang. Perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam kini bisa ditempuh dalam hitungan menit.

Aktivitas ekonomi melambat, mencerminkan lesunya roda produksi.

Serangan udara yang menghantam kawasan industri vital seperti Asalueyh dan Mahshahr memperparah situasi.

Pabrik petrokimia dan baja besar, termasuk Mobarekeh Steel dan Khuzestan Steel, terpaksa berhenti beroperasi. Efek domino pun terjadi—ratusan ribu pekerja di sektor pendukung ikut kehilangan pekerjaan.

Kerugian ekonomi juga diperparah oleh pembatasan internet.

Baca juga: Diamnya Cina di Perang Iran: Strategi Sunyi Xi Jinping Bentuk Tatanan Baru, Siap Lawan yang Terburuk

Menteri Teknologi Informasi, Sattar Hashemi, menyebut pemadaman jaringan telah merugikan ekonomi hingga puluhan triliun rial per hari.

Dalam 52 hari, kerugian akibat gangguan digital saja mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS.

Tak hanya itu, blokade Selat Hormuz membuat Iran kehilangan hingga 400 juta dolar AS per hari dari sektor energi—urat nadi utama perekonomian negara tersebut.

Di tengah tekanan ini, Presiden Masoud Pezeshkian memilih pendekatan lebih moderat.

Ia menegaskan pentingnya menghentikan konflik dan mengalihkan fokus pada pemulihan nasional.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved