Perang AS Vs Iran
Sekitar 2 Juta Pekerja di Iran Kena PHK Massal Akibat Perang dengan AS-Israel
Sekitar 2 Juta Pekerja di Iran Kena PHK Massal Akibat Perang dengan AS-Israel, ini menjadi tanda ekonomi Iran bisa hancur
Ringkasan Berita:
- Perang melawan AS dan Israel memicu kehancuran ekonomi Iran dengan 2 juta orang kehilangan pekerjaan hanya dalam delapan minggu pasca-konflik pecah.
- Blokade Selat Hormuz dan serangan udara ke sektor industri strategis membuat Iran merugi hingga US$400 juta per hari dengan estimasi biaya rekonstruksi mencapai US$270 miliar.
- Presiden Masoud Pezeshkian mendesak penghentian konflik demi mencegah kemiskinan permanen, sementara AS memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu untuk negosiasi.
WARTAKOTALIVE.COM -- Dampak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel kian terasa di sektor ekonomi.
Dalam delapan minggu terakhir, sekitar dua juta pekerja di Iran dilaporkan kehilangan pekerjaan atau terkena PHK massal, menandai krisis ketenagakerjaan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Wakil Menteri Tenaga Kerja Iran, Gholamhossein Mohammadi, mengungkapkan bahwa hampir seluruh sektor industri terdampak gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca juga: Iran Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Diplomasi AS–Iran Makin Sulit, Harga Minyak Dunia Meledak
"Dari manufaktur hingga sektor digital, perusahaan terpaksa menyeimbangkan angkatan kerja di tengah tekanan perang," katanya dilansir dari laman www.news.com.au, Rabu (23/4/2026).
Di jalanan Teheran, dampak itu terasa nyata.
Lalu lintas yang biasanya padat kini lengang. Perjalanan yang biasanya memakan waktu berjam-jam kini bisa ditempuh dalam hitungan menit.
Aktivitas ekonomi melambat, mencerminkan lesunya roda produksi.
Serangan udara yang menghantam kawasan industri vital seperti Asalueyh dan Mahshahr memperparah situasi.
Pabrik petrokimia dan baja besar, termasuk Mobarekeh Steel dan Khuzestan Steel, terpaksa berhenti beroperasi. Efek domino pun terjadi—ratusan ribu pekerja di sektor pendukung ikut kehilangan pekerjaan.
Kerugian ekonomi juga diperparah oleh pembatasan internet.
Baca juga: Diamnya Cina di Perang Iran: Strategi Sunyi Xi Jinping Bentuk Tatanan Baru, Siap Lawan yang Terburuk
Menteri Teknologi Informasi, Sattar Hashemi, menyebut pemadaman jaringan telah merugikan ekonomi hingga puluhan triliun rial per hari.
Dalam 52 hari, kerugian akibat gangguan digital saja mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS.
Tak hanya itu, blokade Selat Hormuz membuat Iran kehilangan hingga 400 juta dolar AS per hari dari sektor energi—urat nadi utama perekonomian negara tersebut.
Di tengah tekanan ini, Presiden Masoud Pezeshkian memilih pendekatan lebih moderat.
Ia menegaskan pentingnya menghentikan konflik dan mengalihkan fokus pada pemulihan nasional.
| Iran Tembaki Kapal di Selat Hormuz, Diplomasi AS–Iran Makin Sulit, Harga Minyak Dunia Meledak |
|
|---|
| Kapolri Instruksikan 7.000 Pasukan Elite Brimob Siaga Dampak Perang AS vs Iran: Andalan Saat Kritis |
|
|---|
| Diamnya Cina di Perang Iran: Strategi Sunyi Xi Jinping Bentuk Tatanan Baru, Siap Lawan yang Terburuk |
|
|---|
| Wanita California Jadi Broker Pemasok Senjata dan Drone Iran, Ditangkap di LAX Terancam 20 Tahun Bui |
|
|---|
| Trump Marah Hebat Berjam-jam ke Para Jenderal Karena Pilot AS Jatuh, Lalu Melunak Soal Nuklir Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KEHANCURAN-DI-IRAN-Kehancuran-bangunan-di-Iran.jpg)