Berita Internasional
Setelah Gempa dan Tsunami, Kali ini Gunung Api di Jepang Meletus
Jepang tengah ditimpa beragam bencana di pertengahan bulan April 2026 kali ini.
WARTAKOTALIVE.COM - Jepang tengah ditimpa beragam bencana di pertengahan bulan April 2026 kali ini.
Setelah dilanda gempabumi hingga tsunami, kini Jepang juga terancam dengan letusan Gunung Sakurajima di Prefektur Kagoshima, Jepang.
Pemerintah Jepang membagikan video aktivitas Gunung Sakurajima yang meletus sejak Sabtu (18/4/2026) pukul 23.30 malam waktu setempat.
Dijelaskan ketinggian abu letusan Gunung tersebut mencapai 2300 meter dan abu jatuh mengalir ke arah barat laut, menurut pengamatan.
Pemerintah pun meminta warga sekitar untuk waspada terhadap Letusan Gunung Sakurajima yang menyebabkan hujan abu.
Dimuat NHK hingga Selasa (21/4/2026) dini hari Letusan Gunung Sakurajima terus terjadi namun dengan intensitas lebih kecil.
Selanjutnya, pada pukul 15.45 sore tadi, terjadi letusan eksplosif di kawah puncak Minamidake, yang mengirimkan kepulan asap hingga setinggi 2.700 meter dengan batuan vulkanik besar mencapai sejauh 600 meter dari kawah.
Menurut observatorium meteorologi, pembengkakan gunung sebagian besar telah mereda sebagai akibat dari letusan ini.
Namun observatorium Meteorologi telah mempertahankan status siaga erupsi Level 3 untuk Sakurajima.
Baca juga: Jepang Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo dan Berpotensi Tsunami, Ini Kata Pemerintah
Pemerintah pun mendesak masyarakat untuk waspada terhadap batuan vulkanik besar dan aliran piroklastik dalam radius sekitar 2 kilometer dari kawah puncak Minamidake dan kawah Showa.
Di arah angin, ada risiko bahwa bukan hanya abu vulkanik tetapi juga batuan vulkanik kecil dapat terbawa jauh oleh angin dan jatuh sebagai hujan sehingga warga disarankan untuk berhati-hati.
Sebelumnya Jepang diguncang gempa 7,5 magnitudo yang menimbulkan tsunami pada Senin (20/4/2026).
Gempa yang terjadi pukul 16.53 waktu Jepang itu dijelaskan pemerintah Jepang yakni Japan Meteorological Agency (JMA) di X.
Dijelaskan bahwa gempa 7,5 magnitudo itu terjadi di di lepas pantai Sanriku persisnya di sekitar 100 km sebelah timur Miyako.
Gempa yang menimbulkan Tsunami itu termasuk gempa dangkal yang merusak dengan kedalaman sekitar 10 km.
Gempa tersebut kemudian menimbulkan tsunami di sebagian wilayah pesisir Jepang.
Namun belum diketahui apakah ada korban jiwa karena tsunami tersebut. Meski begitu dilaporkan 23 orang terluka karena guncangan gempa bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Jepang-gunung-api.jpg)