Berita Jakarta
Pemprov DKI Efisiensi Anggaran, Gaji PPSU dan Subsidi Pangan Disorot
Pemprov DKI efisiensi anggaran 2026. Subsidi pangan dan gaji PPSU akan disesuaikan lewat Perubahan APBD.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah Privinsi (Pemprov) DKI bakal melakukan efisiensi anggaran di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu dengan menyisir ulang kebutuhan prioritas.
Kebutuhan belanja daerah termasuk subsidi pangan dan penyesuaian gaji petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bakal disisir oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI.
Kepala BPKD DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata mengatakan, pihaknya masih melakukan penyisiran anggaran tersebut.
"Apakah ada hal yang kurang efisien di pengalokasian penganggarannya, baik itu volume, nilai, dan sebagainya. Setelah itu kami akan lakukan Perubahan APBD 2026," katanya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya Michael, kebutuhan anggaran yang dinilai masih kurang seperti subsidi pangan akan ditutup dengan hasil efisiensi anggaran tersebut.
Baca juga: Wamendagri Akhmad Wiyagus Tekankan Penyusunan Anggaran Daerah Harus Selaras dengan RKPD
Tidak hanya itu, pihaknya bakal menyesuaikan gaji PJLP PPSU karena saat ini masih menggunakan UMP 2025.
"Karena UMP 2026 sudah naik,bkan APBD kita cepat keluarnya. Maka nanti akan ada penyesuaian di alokasi anggaran-anggaran yang bersifat wajib dan mengikat," jelasnya.
Michael menyatakan, efisiensi anggaran ini untuk menindaklanjuti Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 terkait penyesuaian anggaran.
Pemyesuaian ini akibat berkurangnya transfer APBN ke daerah dari pemerintah pusat.
Ia mengaku, Pemprov DKI bakal memprioritaskan belanja utama yang berdampak langsung, dibandingkan belanja penunjang.
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Plt Bupati Bekasi Bakal Rampingkan Dinas, Birokrasi Gemuk Dipangkas
"Penandaan untuk efisiensi di belanja perjalanan dinas, belanja untuk kegiatan bersifat seremonial, belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output yang terukur, lalu belanja makan-minum dan belanja hibah sedang kita lakukan exercise untuk dilakukan efisiensi," ungkap Michael.
Sementara itu, Gubernur DKI Pramono Anung melamjutkan, efisiensi ini diambil untuk memastikan setiap anggaran yang keluar digunakan secara efektif oleh jajarannya.
"Yang jelas, secara prinsip saya ingin mengatakan bahwa makro ekonomi Jakarta ini sekarang ini baik sekali dan kami akan melakukan terobosan-terobosan supaya momentum seperti yang tahun lalu itu akan kami manfaatkan di tahun ini," tandasnya. (m26)
| Pramono Anung Dorong BUMD Jakarta jadi Pilar Ekonomi |
|
|---|
| Kisah PPSU Utan Kayu Selatan Pilah Sampah, Hasilkan Rp900 Ribu per Bulan |
|
|---|
| Tawuran Antarwarga Terjadi di Petamburan Jakarta Pusat, 2 Gerobak Pedagang Buah Terbakar |
|
|---|
| Sering Sebabkan Kecelakaan, 3 Bangunan Liar di Matraman Jakarta Timur Dibongkar |
|
|---|
| BUMD Jakarta Didorong Naik Kelas, Pramono Anung Tekankan Sinergi Menghadapi Situasi Geopolitik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ppsu-bersihan-lumpur.jpg)