Jumat, 8 Mei 2026

Perang AS vs Iran

Iran Kembali Siaga Perang, IRGC Ancam Balasan Telak Usai Ultimatum Keras AS

Iran Kembali Siaga Perang saat Masa Gencatan Senjata, IRGC Ancam Balasan Telak Usai Ultimatum Keras AS

Tayang:
Tasnim News
IRGC SIAP TEMPUR - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran berada dalam kesiapan tempur penuh, siap melancarkan serangan balasan menghancurkan terhadap setiap agresi dari Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan keras itu muncul bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Darat Iran, di tengah meningkatnya tekanan militer dari Washington. 

Ringkasan Berita:
  • IRGC menyatakan Iran siap balas agresi AS-Israel dengan serangan menghancurkan.
  • AS ultimatum Iran: pilih damai atau hadapi blokade dan serangan besar.
  • Ketegangan meningkat, risiko konflik besar di Timur Tengah makin nyata.

 

WARTAKOTALIVE.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki fase paling rawan.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran berada dalam kesiapan tempur penuh, siap melancarkan serangan balasan menghancurkan terhadap setiap agresi dari Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan keras itu muncul bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Darat Iran, di tengah meningkatnya tekanan militer dari Washington.

Baca juga: Ancaman Mengerikan Pentagon ke Iran: Pilih Damai atau Bom Akan Jatuh di Infrastruktur Energi Anda!

IRGC: Satu Langkah Bodoh, Balasan Mematikan

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa koordinasi antara militer reguler dan pasukan elit mereka telah mencapai tingkat tinggi.

Mereka mengklaim kesiapan ini menjadi faktor utama gagalnya berbagai skenario agresi musuh, termasuk operasi darat, laut, hingga upaya perebutan wilayah strategis Iran di Teluk Persia.

IRGC bahkan memperingatkan bahwa setiap tindakan militer dari AS dan Israel akan dibalas dengan “pukulan mematikan” yang berujung pada kekalahan strategis bagi pihak lawan.

Ultimatum AS: Damai atau Hujan Bom

Ketegangan memuncak setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melontarkan ultimatum paling keras kepada Teheran.

Dalam pengarahan di Pentagon, Hegseth menyatakan Iran harus memilih:  menerima kesepakatan damai, atau menghadapi serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi dan militernya.

Ia juga menegaskan bahwa blokade maritim yang kini berlangsung hanyalah tahap awal.

“Blokade ini adalah cara paling sopan yang bisa kami lakukan saat ini,” tegasnya.

Baca juga: Kepala Mossad Ungkap Misi Rahasia di Teheran, Tegaskan Ancaman Iran Belum Berakhir

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine mengungkapkan bahwa pasukan Amerika berada dalam posisi siap tempur dalam hitungan menit.

Blokade yang diberlakukan tidak hanya terbatas di Selat Hormuz, tetapi mencakup seluruh pelabuhan Iran—berpotensi memutus total jalur ekspor minyak, sumber utama ekonomi negara tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved