Jumat, 8 Mei 2026

Perang AS Vs Iran

Trump Kirim 10.200 Tentara Tambahan ke Kawasan Teluk, Strategi Dua Kaki Saat Gencatan Senjata

Trump Kirim 10.000 Tentara Tambahan ke Kawasan Teluk, Strategi Dua Kaki Saat Gencatan Senjata

Tayang:
YouTube MIL3010
PASUKAN TAMBAHAN TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengerahkan lebih dari 10.200 tentara sebagai pasukan tambahan ke kawasan Teluk Persia atau Timur Tengah. Langkah provokatif ini diambil saat blokade maritim di Selat Hormuz memasuki hari ketiga serta di tengah gencatan senjata yang disepakati dengan Iran. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengerahkan lebih dari 10.200 tentara sebagai pasukan tambahan ke kawasan Teluk Persia atau Timur Tengah.

Langkah provokatif ini diambil saat blokade maritim di Selat Hormuz memasuki hari ketiga serta di tengah gencatan senjata yang disepakati dengan Iran.

Keputusan Trump mempertegas niat Washington untuk mengunci total urat nadi ekonomi Iran.

Baca juga: Trump Mulai Blokade Total Iran: Selat Hormuz Memanas, Gerombolan Kapal Cepat Iran Vs Kapal Induk AS

Otot Militer USS George HW Bush dan Marinir

Pengerahan kekuatan besar-besaran ini dilaporkan The Washington Post mencakup kelompok serang kapal induk USS George HW Bush yang membawa sekitar 6.000 personel serta sekitar 4.200 Marinir dari unit infanteri Angkatan Laut.

Sebanyak 10.200 personel itu dijadwalkan mendarat sebelum akhir April 2026 untuk memperkuat kehadiran AS di wilayah konflik.

Pejabat AS menyatakan bahwa kehadiran pasukan ini adalah strategi 'dua kaki'.

Yakni menjaga momentum negosiasi dengan Iran di Pakistan, sekaligus bersiap menghadapi kemungkinan operasi darat atau serangan tambahan jika diplomasi menemui jalan buntu.

Kebocoran Blokade: Klaim CENTCOM vs Fakta Satelit

Hingga Rabu (15/4/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim telah mencegat kapal kesepuluh milik Iran yang mencoba menembus blokade di Bandar Abbas.

CENTCOM menegaskan belum ada kapal yang berhasil meloloskan diri sejak Senin.

Namun, laporan dari TankerTrackers membantah klaim tersebut secara dramatis.

Citra satelit menunjukkan sejumlah kapal tanker berbendera Iran justru berhasil menyelinap masuk ke perairan Teheran.

Bahkan, kapal-kapal yang menuju Irak dilaporkan mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka untuk bergerak bak 'kapal hantu' guna menghindari deteksi radar Amerika.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan kepada The New York Post pada hari Selasa bahwa putaran pembicaraan atau negosiasi baru dengan Iran bisa berlangsung kembali di Pakistan dan keputusannya bisa dilihat paling lambat dalam dua hari ke depan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved