Selasa, 21 April 2026

Inovasi Warga

Lawan Curanmor, Warga Gandaria Utara Jaksel Rakit E-Gate RFID dan GPS Motor Real-Time

Lawan Curanmor, Warga Gandaria Utara Jaksel Rakit E-Gate RFID dan GPS Motor Real-Time

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/Ramadhan L Q
INOVASI WARGA - Ketua RT 11 RW 07 Imam Basori, saat menunjukkan kartu untuk gerbang berbasis teknologi digital, Rabu (15/4/2026). Warga RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil menciptakan sistem keamanan berlapis untuk melawan maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan menggunakan gerbang elektronik berbasis RFID (Radio Frequency Identification) yang dirakit sendiri hingga teknologi GPS real-time pada sepeda motor. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Gandaria Utara gunakan e-gate RFID dan GPS motor untuk lawan curanmor.
  • Sistem berlapis terbukti efektif, belum ada kasus sejak diterapkan.
  • Inovasi berbasis gotong royong, warga juga dorong kesejahteraan bersama.
 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Keresahan berubah menjadi inovasi.

Warga RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil menciptakan sistem keamanan berlapis untuk melawan maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Tak lagi mengandalkan cara konvensional, warga kini menggunakan gerbang elektronik berbasis RFID (Radio Frequency Identification) hingga teknologi GPS real-time pada sepeda motor.

Baca juga: Beragam Modus Curanmor di Tanjung Priok Jakarta Utara, Salah Satunya Pelaku Pacaran dengan Korban

Langkah yang membuat pelaku kejahatan berpikir dua kali sebelum beraksi.

Ketua RT 11, Imam Basori, mengungkapkan inovasi ini lahir dari keresahan warga yang setiap tahun dihantui lonjakan kasus curanmor, khususnya saat Ramadan.

“Dari situ kami berpikir, tidak bisa lagi pakai cara lama. Harus ada sistem yang lebih canggih dan terukur,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Gerbang Canggih Berbasis RFID

Di pintu masuk gang, kini berdiri e-gate modern yang hanya bisa diakses menggunakan kartu khusus warga.

Gerbang ini otomatis terbuka ketika kartu ditempelkan ke sensor RFID.

Tak hanya berfungsi sebagai pengaman, gerbang dengan desain ukiran khas wayang itu juga menjadi simbol kolaborasi warga.

Seluruh proses pembangunan dilakukan secara gotong royong.

Mulai dari pengelasan hingga pemasangan sistem elektronik.

Sistem ini dioperasikan pada jam rawan, mulai pukul 00.00 hingga 05.30 WIB, dan kini telah terpasang di tiga titik akses lingkungan.

“Sejak ada gerbang ini, belum ada kejadian curanmor. Minimal ini jadi pencegahan,” tegas Imam.

Lapisan Kedua: GPS Motor Gratis

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved