Jumat, 8 Mei 2026

Berita Daerah

SMKN 3 Sukabumi Produksi 3.124 Toples Kue Lebaran, Raup Omzet Rp210 Juta

Ratusan siswa SMKN 3 Sukabumi sukses produksi ribuan kue kering Ramadan 1447 H sekaligus mengasah skill industri dan wirausaha.

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
UMKM - Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMK Negeri 3 Sukabumi. Sekolah ini berhasil memproduksi 3.124 toples aneka kue kering dengan omzet capai Rp 210 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMKN 3 Sukabumi kembali mencatat capaian positif dengan memproduksi 3.124 toples kue kering saat Ramadan 1447 H.
  • Didukung Bogasari, kegiatan ini melibatkan 140 siswa termasuk siswa SLB, serta menghasilkan omzet sekitar Rp210 juta. 
  • Selain meningkatkan kualitas produksi, program ini juga membekali siswa dengan keterampilan industri dan jiwa kewirausahaan.

WARTAKOTALIVE.COM, SUKABUMI - Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMK Negeri 3 Sukabumi kembali menunjukkan capaian positif. Bekerja sama dengan Bogasari, sekolah ini berhasil memproduksi ribuan kue kering dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Total produksi pada Ramadan tahun ini mencapai 3.124 toples aneka kue kering.

Capaian tersebut menjadi produksi kelima sejak pendampingan industri dari Bogasari dimulai secara resmi pada 2022.

Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, menjelaskan bahwa program TEFA Culinary sebenarnya telah berjalan sejak 2021.

Namun, setelah mendapat pendampingan dari Bogasari, kualitas dan kuantitas produksi meningkat signifikan.

“Kami tidak hanya didukung secara teori, tetapi juga praktik. Bahkan untuk produksi Lebaran ini, Bogasari membantu bahan baku berupa tepung terigu Kunci Biru dan Segitiga Biru yang sudah terfortifikasi,” ujar Ira dalam keterangannya pada Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Musrenbang RKPD 2027 Karawang Fokus Infrastruktur dan Kesejahteraan

Menurut Ira, program TEFA Culinary bertujuan membekali siswa dengan kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri. Para siswa juga dilatih memahami standar operasional (SOP) serta menggunakan peralatan yang setara dengan dunia kerja.

Tak hanya hard skill, siswa juga dibentuk dari sisi soft skill seperti kedisiplinan, kerja sama tim, hingga kemampuan komunikasi dan koordinasi.

“Yang menarik, siswa juga dilibatkan dalam promosi, penjualan, hingga pelayanan konsumen, sehingga jiwa wirausaha mereka ikut terbentuk sejak dini,” jelasnya.

Dalam produksi tahun ini, sebanyak 140 siswa dan 10 guru terlibat, didampingi tiga asisten. Menariknya, delapan siswa dari SLB Handayani juga ikut dilibatkan.

Keterlibatan siswa tuna rungu ini bertujuan agar mereka memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha secara mandiri di masa depan.

Vice President Human Resources PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar, mengapresiasi konsistensi SMKN 3 Sukabumi dalam mengembangkan kompetensi siswa melalui program ini.

Menurutnya, peningkatan kualitas produksi hingga keterlibatan siswa SLB menjadi indikator keberhasilan program pendampingan industri.

“Program ini selaras dengan visi Bogasari dalam meningkatkan kompetensi, membangun jiwa wirausaha, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, SMKN 3 Sukabumi dipilih sebagai model pembelajaran cookies oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved