Perang AS vs Iran
Gedung Putih Klaim 10 Poin Negosiasi Iran Proposal Baru, yang Lama Dibuang Trump Beredar di Media
Sekretaris Pers Gedung Putih Klaim 10 Poin Negosiasi Iran Proposal Baru, yang Lama Dibuang Trump Beredar di Media
Ringkasan Berita:
- Gedung Putih tolak keras proposal awal 10 poin Iran; perundingan baru berbasis rencana revisi akan digelar di Islamabad akhir pekan ini.'
- Gencatan senjata terancam gagal jika Selat Hormuz tidak dibuka; Iran tuntut biaya tol $1 per barel via Bitcoin bagi kapal yang melintas.
- Ratusan tanker tertahan di Teluk Persia, memicu ketidakpastian energi global di tengah serangan yang masih berlanjut di Saudi, Kuwait, dan Lebanon.
WARTAKOTALIVE.COM — Gedung Putih menyebut Iran telah mengajukan proposal yang 'sama sekali berbeda' dari rencana 10 poin yang sebelumnya ramai diberitakan di media, sebagai dasar gencatan senjata.
Versi baru itulah yang kini dijadikan dasar pembicaraan untuk menuju kesepakatan yang mungkin menyelaraskan posisi Teheran dengan proposal 15 poin dari Amerika Serikat.
Demikian diungkapkan Sekretaris Pers sekaligus Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, dalam konferensi pers di Washington pada 8 April 2026.
Baca juga: Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh: Lautan Darah di Libanon, Selat Hormuz Kembali Diblokade
Ia mengatakan proposal awal Iran berisi 10 poin dinilai tidak serius, tidak dapat diterima, dan sempat dibuang ke tempat sampah oleh Presiden AS Donald Trump beserta tim negosiasinya.
Ia juga menegaskan bahwa banyak pemberitaan sebelumnya dianggap keliru karena menggambarkan draf awal itu yang seolah-olah diterima Washington, sehingga terjadi gencatan senjata.
"Awalnya Iran mengajukan rencana 10 poin yang pada dasarnya tidak serius, tidak dapat diterima, dan sepenuhnya diabaikan. Rencana itu benar-benar dibuang ke tempat sampah oleh Presiden Trump dan tim negosiasinya. Banyak media di ruangan ini secara keliru melaporkan bahwa rencana itu dapat diterima oleh Amerika Serikat, dan itu salah," Karoline dilansir Tass.com.
Menurut Leavitt, tekanan dari pemerintahan AS serta serangan yang terus berlangsung membuat Teheran 'mengakui kenyataa' dan kemudian menyodorkan proposal baru yang lebih ringkas, lebih masuk akal, serta sepenuhnya berbeda.
Ia menyebut tim Trump menilai versi yang dimodifikasi itu sebagai dasar yang layak untuk negosiasi lebih lanjut.
Sehingga katanya terjadilah kesepakatan gencatan senjata dengan syarat Selat Hormuz dibuka dan disetujui Iran.
"Mereka mengajukan rencana yang lebih masuk akal, sepenuhnya berbeda, dan lebih ringkas kepada presiden dan timnya," tambah Karoline.
Baca juga: Gencatan Senjata, AS dan Iran Klaim Menang, Faktanya Negosiasi Genting 15 Poin AS vs 10 Poin Iran
Sehingga kata dia, Presiden Trump mau menerimanya.
"Presiden Trump dan timnya menetapkan bahwa rencana baru yang telah dimodifikasi tersebut merupakan dasar yang layak untuk bernegosiasi dan menyelaraskannya dengan proposal 15 poin kami," tambahnya.
Perundingan Tertutup di Islamabad
Sementara dalam kesempatan berbeda, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pembicaraan dengan Iran akan berlangsung tertutup di Islamabad, Jumat (10/4/2026).
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyiratkan bahwa hanya ada satu kelompok poin penting yang benar-benar dapat diterima AS, dan pokok-pokok tersebut akan dibahas secara privat selama negosiasi.
15 Poin AS vs 10 Poin Iran
10 Poin Negosiasi Iran
Dibuang Trump di Bak Sampah
Iran ajukan proposal baru
Presiden Donald Trump
Gedung Putih
Karoline Leavitt
Perang Iran
Sekretaris Pers Gedung Putih
Perang AS-Iran
Perundingan AS-Iran
gencatan senjata
| Tanker Jepang Berhasil Melintas di Selat Hormuz Usai Kantongi Izin Khusus dari Iran |
|
|---|
| Trump Bersikeras Lucuti Nuklir Iran, Bikin Negosiasi Buntu dan Harga Minyak Dunia Membara! |
|
|---|
| Putin Terima Pesan Rahasia Mojtaba Khamenei, Rusia-Iran Siap Gempur Hegemoni AS Jadi Poros Baru |
|
|---|
| Memanas, Iran Temui Putin Saat Perundingan dengan AS Buntu |
|
|---|
| Pelaku Penembakan Donald Trump Guru Privat Berprestasi dengan Pendidikan Mentereng, Incar Pejabat AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/DRAMA-BAK-SAMPAH-kAROLINE.jpg)