Kamis, 7 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis

Korban Keracunan MBG di Pondok Kelapa Jaktim Membaik, Tersisa 37 Pasien Dirawat

Jumlah pasien dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis di Pondok Kelapa menurun. Dinkes DKI menyebut tersisa 37 orang yang masih dirawat.

Tayang:

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, menunjukkan perkembangan positif.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat jumlah pasien yang masih menjalani perawatan terus menurun

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa dari total lebih dari 100 orang yang sempat mengakses layanan rumah sakit, kini hanya tersisa 37 pasien yang masih dirawat inap.

"Hari ini masih dirawat tinggal 37 orang. Sebelumnya lebih dari 100 yang datang ke rumah sakit, tapi tidak semuanya dirawat inap,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Para pasien tersebut tersebar di sejumlah rumah sakit, antara lain RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, RS Harum, serta beberapa rumah sakit lain di Jakarta.

Baca juga: 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Hentikan SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Mayoritas pasien yang masih dirawat merupakan siswa, meskipun terdapat kemungkinan satu orang dewasa.

Ani memastikan kondisi para pasien terus membaik dan saat ini berada dalam tahap pemulihan.

Ia optimistis seluruh pasien dapat segera dipulangkan dalam waktu dekat.

“Pada prinsipnya semuanya tinggal pemulihan saja. Kemungkinan besok sudah bisa pulang semua,” katanya.

Ia menjelaskan, perbedaan kondisi pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, daya tahan tubuh, serta jumlah makanan yang dikonsumsi.

Hal ini menyebabkan respons tubuh tiap individu terhadap dugaan keracunan berbeda-beda.

Terkait penyebab kejadian, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Baca juga: Politisi PKB Yakin, Kehadiran SPPG Bisa Serap Tenaga Kerja Baru di Jakarta

Namun, analisis sementara mengarah pada kemungkinan adanya jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan distribusi makanan.

“Dari sementara yang kita lihat, kemungkinan ada waktu yang cukup lama antara makanan matang hingga didistribusikan,” jelas Ani.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menegaskan telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pelatihan bagi penjamah makanan serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved