Rabu, 6 Mei 2026

Gempa Bumi

Begini Paniknya Warga Ternate dan Halmahera Tengah Saat Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) memicu kepanikan warga di sejumlah daerah

Tayang:
Editor: Joanita Ary
bmkg/Tidak Ada
GEMPA BUMI MALUKU UTARA -- Gempa bumi kuat bermagnitudo 7,6 mengguncang perairan Laut Maluku, Kamis (2/4) pagi, memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Guncangan yang terjadi pada pukul 06.48 Wita itu terasa sangat kuat di Kota Manado dan sekitarnya, dengan intensitas mencapai skala VI hingga VII MMI, yang berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan. 

WARTAKOTALIVECOM, Maluku Utara — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi, memicu kepanikan warga di sejumlah daerah.

Guncangan yang terasa kuat membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri, khawatir akan potensi gempa susulan maupun dampak yang lebih besar.

Di Kota Ternate, suasana mendadak berubah mencekam sesaat setelah gempa terjadi.

Warga berlarian keluar rumah, sebagian masih mengenakan pakaian seadanya, berusaha menjauh dari bangunan yang berpotensi roboh. Sejumlah warga memilih bertahan di ruang terbuka, menunggu situasi dinilai aman.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah.

Getaran kuat membuat warga berbondong-bondong keluar ke jalan raya.

Sebagian bahkan memilih duduk di area terbuka, menghindari risiko tertimpa bangunan jika terjadi gempa susulan.

Kepanikan sempat tak terhindarkan, terutama di kalangan anak-anak dan lansia.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Namun, intensitas guncangan yang cukup besar menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Aparat setempat bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa di lapangan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan akan tingginya aktivitas seismik di kawasan timur Indonesia, yang berada di jalur cincin api Pasifik.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait guna menghindari kepanikan berlebih dan potensi informasi yang tidak akurat.

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved